Minggu, 10 Juni 2012

Opera sabun ala Tim Burton (Review film Dark shadows)


Barnabas collin (Jhonny depp)
Opera sabun adalah sebutan untuk serial drama, di Indonesia lebih dikenal dengan nama sinetron. Dikatakan opera sabun karena konon dulu hanya iklan sabun yang berseri. Saat ini opera sabun cenderung digunakan untuk serial drama dengan konflik harian berkepanjangan Sebuah opera sabun menarik simpati para penontonnya, melalui akumulasi permainan emosi sang pemeran utama. Biasanya pemeran utamanya digambarkan sangat baik dan mendapat siksaan dari pemeran antagonis yang jahatnya minta ampun. Tiap episode penonton diajak meyakini bahwa penderitaan tokoh utama akan terbalas suatu hari nanti, semakin menderita semakin setia para penontonnya menunggu balasan tokoh antagonis. Teknik seperti ini sukses menggaet para penonton setia, tak peduli sebodoh apapun jalan ceritanya. Lalu bagaimana jika soap opera itu ditangani salah satu sutradara besar dan dikemas dalam dalam waktu 113 menit ?

Dark shadow original vers
Dark shadows adalah remake sebuah soap opera terkenal Amerika di tahun 1966 - 1971. Berbeda dengan format soap opera yang biasanya menyajikan si baik vs si jahat, Tim burton menyajikan sisi gelap semua tokohnya tak peduli itu protagonis ataupun antagonis, dengan tampilan visual khas Tim burton, gothic penuh art.

Film dimulai dari cerita keluarga Collin, yang pada tahun 1770 hijrah ke amerika dan mulai membangun kerajaan bisnis penangkapan ikan. Kesuksesan bisnis keluarga Collin, diabadikan pada kota tempat tinggal mereka “Collinwood”. Kejayaan keluarga Collin ini ditasbihkan dengan pembangunan istana keluarga Collin.  Singkat cerita seorang pelayan wanita keluarga Collin, Angelique Bouchar (Eva Green), sakit hati karena cintanya tak kunjung diterima salah satu penerus tahta keluarga Collin, Barnabas Collin (Jhonny depp). Dia mewujudkan dendamnya dengan membunuh orang tua & istri barnabas, dan membuat Barnabas Collin hidup abadi sebagai Vampire. Angelique pun menghasut warga kota, untuk mengubur hidup-hidup barnabas, hingga 200 tahun kemudian Barnabas bisa bebas.

Dr. Julia-Carolyn-David-Vicky-Barnabas-Willie-Roger-Elizabeth
Di awal tahun 1970an keadaan berbalik, bisnis keluarga Collin mengalami kemerosotan. Sedangkan Angelique menguasai ekonomi & politik Collinwood. Angelique juga hidup abadi, dia merubah-rubah karakter untuk menghindari kecurigaan orang.  Istana keluarga Collin sekarang dihuni generasi ketiga mereka antara lain : sang kepala keluarga Elizabeth Collins Stoddard (Michelle Pfeiffer), dengan putrinya yang introvert, provokatif, & anti social Carolyn (ChloĆ« Grace Moretz), lalu adiknya David collins (Gulliver McGrath), adik Elizabeth Roger collins (Jamie lee miller), serta 2 pembantu mereka Willie Loomis (Jackie Earle Haley) dan seorang tua yang sudah mulai pikun Mrs. Johnson (Ray Shirley), selain itu terdapat pula seorang psikolog alcoholic (Helena bohmn carter) yang menjalankan terapi untuk David,dan seorang pengasuh yang menyembunyikan identitas aslinya, Victoria winters (Bella Heathcote).

Sekembali dari “tidur” panjangnya, Barnabas kembali membangun kerajaan bisnis keluarga Collin, dan tentu saja Angelique tidak tingal diam. Alih-alih menghambat upaya Barnabas, Angelique kembali berupaya keras mendapatkan cinta Barnabas, tak peduli dia benar mencintai si Vampire atau tidak. Bagi Angelique yang terpenting bukanlah mencintai tetapi  mendapatkan cinta, sebagai pertanda kemenangan (upayanya ini mengingatkanku pada seorang teman….*abaikan). Barnabas juga mendapati betapa kacaunya keluarga Collin, dia mengusir adik Elizabeth, Roger Collin yang terobsesi dengan harta keluarga, Barnabas mendapati Carolyn yang ternyata telah dikutuk Angelique menjadi werewolf, dan David ternyata bisa berbicara dengan arwah ibunya yang telah dibunuh Angelique, Barnabas juga membunuh Dr. Hoffman setelah ketauan menggunakan darah barnabas untuk menjadikannya abadi, serta rahasia gelap dibalik Victoria winters.

…..YAP! semua masalah khas opera sabun  tumplek blek di film ini, yang sayangnya bukan jadi fokus film. Tim Burton terlalu asyik bermain-main dengan keunikan para karakternya sampai memengabaikan apa esensi utama menghadirkan serombongan karakter itu. Tidak menyalahkan Burton & penulis scenario, tetapi media layar lebar berdurasi kurang dari 2 jam bukan media yang tepat menghadirkan sensasi opera sabun. Ketakutan awal meremake sebuah opera sabun terjawab, Dark shadows tampil nanggung. Bagi pecinta opera sabun, Dark shadows terlalu singkat untuk membangun akumulasi emosi, dan bagi pecinta film layar lebar akan merasa cerita Dark shadows terlalu cheesy.
 
Angelique (Eva Green)
Semua cast Dark shadows tampil maksimal, terutama Eva green yang ternyata bisa menampilkan peran antagonis sempurna ala opera sabun, walau scene terakhirnya mengingatkan kita pada film death becomes her. Jhonny depp tak perlu diragukan lagi, Karakter Barnabas collin adalah comfort zonenya, semua komedi sederhana tampil mengagumkan saat dibawakan Jhonny depp. Salut untuk departemen art, yang lagi-lagi sukses menghadirkan visi Tim burton, juga didukung music oleh David elfman yang bisa menghasilkan 2 karya berbeda walau untuk film berlatar tahun sama (MiB 3).
Nilai : 2 dari nilai max 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar