Sabtu, 19 Januari 2013

Perang Amerika - Iran Dalam Film (Review film Argo)

The movie was fake, the mission was real
Pada tahun 1978-1980 Iran mengalami revolusi politik yang merubah bentuk negaran Iran dari Monarki di bawah kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi menjadi Republik Islam dipimpin oleh Ayatullah Khomeini.  Saat itu rakyat Iran tak puas dengan Shah Mohammad (raja terakhir Iran) yang dinilai terlalu sekuler, korup dan mau didikte barat. Setelah Shah Mohammad terguling, Rakyat Iran khawatir, Amerika yang selalu mendukung Shah akan menggulingkan pemerintah Khomaeni dan mengembalikan ke Pemerintah sebelumnya, Hal ini memicu gerakan anti Amerika di sana. Demonstrasi besar di depan kedutaan besar Amerika di Teheran, berubah menjadi anarkis. Massa yang terdiri dari para mahasiswa & militant memasuki wilayah kedutaan dan menyandera lebih dari 50 orang staff kedutaan. Tidak semua, enam staff kedutaan Amerika berhasil melarikan diri dan berlindung di Kedutaan Besar Kanada.

John Goodman - Alan arkin
Pemerintah Amerika melalui CIA lalu bekerja sama dengan Pemerintah Kanada menyiapkan operasi penyelamatan, dan menunjuk Tony mendez (Ben Affleck) sebagai konsultan operasi. Dari berbagai alternatif metode pembebasan, Tony justru terinspirasi film Planet of the Apes. Tony Mendez lalu menghubungi John chambers (John goodman) orang film langganan CIA. Dari Chambers Tony berkenalan dengan produser film bernama Leseter siegel (Alan arkin). Mereka lalu menyiapkan project film palsu berjudul Argo, sebuah film science fiction ala StarWars bersetting timur tengah.

Dengan alasan syuting film, Tony mendez berhasil memasuki wilayah Iran, dan bertemu 6 staff kedutaan Amerika yang melarikan diri. Lalu dengan berbagai dokumen palsu, 6 staff ini berbagi peran dalam film palsu untuk kemudian bisa keluar dari Iran. Semua tidak berjalan lancar, Mereka harus “senam jantung” saat mobil yang membawa 6 staff kedutaan ini menerobos kerumunan besar para demonstran, mereka juga harus kucing-kucingan dengan mata-mata Pemerintah Iran, dan berpacu dengan waktu saat Pemerintah Iran berupaya menyatukan semua foto staff yang telah dihancurkan untuk mengenali siapa saja staff kedutaan yang telah melarikan diri. 

Aksi mereka sendiri juga hampir terancam saat Pemerintah Amerika juga berupaya menghentikan aksi Tony dan menyiapkan operasi penyelamatan pengganti. Aksi kucing-kucingan ini membawa intensitas thriller film yang disutradarai Ben Affleck makin mengerucut dan memuncak di akhir cerita.

Saya sendiri buta masalah konflik Iran Vs Amerika, apakah film ini propaganda amerika atau bukan, (karena semua cerita diambil dari sudut pandang pemerintah Amerika), yang pasti dari film ini saya memahami bagaimana Amerika membenci Iran kala itu dan saya memahami bagaimana marahnya rakyat Iran dengan Pemerintah Amerika. Sebelum menjudge, Film ini sudah mengklaim sebagai DRAMATISASI kejadian nyata yang populer dengan nama The Canadian Caper yang terjadi pada rentang waktu November 1979 – Januari 1980. Namanya dramatisasi, lupakan soal keakuratan kronologis cerita.

Pemerintah Iran sendiri cukup berang dengan keberadaan film ini. Yang perlu acungi jempol sebagai bentuk protes, Teheran berniat membuat film tandingan. Dengan kualitas film yang tak pernah mengecewakan, jelas pertarungan film Iran Vs Amerika akan membawa dampak positif bagi kita para pecinta film. Bukan hanya Iran yang protes, Pemerintah Kanada, Inggris, dan New Zealand  merasa film itu mengecilkan kontribusi Negara mereka masing –masing kala itu.

Terlepas dari bahasan politik-benar salah, Ben Affleck sukses membuktikan kepiawaian membawakan drama thriller. Dia juga berhasil menghadirkan landcape film tahun 70an lengkap dengan “gambar-gambar usangnya”. Affleck & David terrio penulis scenario sukses meramu alur, hingga akumulasi thriller bisa terjadi di akhir film. Adegan-adegan kecil dihadirkan sedemikian rupa dalam rangkaian editing yang menjadi kekuatan thriller film ini. Sayangnya ketegangan film ini justru membuat kita tak dekat secara emosional dengan para sandera. Walau Argo, dan juga sutradaranya pantas menang di Golden globe, tetapi ini bukan film favorit saya
Nilai : 3 dari nilai max 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar