Selasa, 27 Agustus 2013

Elysium; Di Bawah Bayang – Bayang Distric 9



Perjuangan orang-orang yang terpinggirkan karena diskriminasi & kesenjangan sosial, seakan menjadi tema favorit sutradara Neill Blomkamp. Tema ini makin menarik saat Neill membawa bumi ke dunia futuristic sebagai latar cerita-cerita yang disampaikannya. Tahun 2009 lalu, dunia menyambut hangat karya perdana layar lebar Neill Blomkamp, berjudul distric 9. Film yang bercerita “pemberontakan” para Alien yang menjadi korban diskriminasi ini masuk menjadi salah satu nominasi film terbaik Oscar. Tahun 2013 Neil kembali dengan para pejuang yang menginginkan kehidupan yang sama layaknya di Elysium. Dengan tema yang hampir-hampir mirip, mau tak mau Elysium berada dibawah bayang-bayang kesusksesan Distric 9.
   
Bumi Vs Elysium
Elysium bercerita tentang Bumi dimasa depan, di akhir abad ke 21 (2154) Bumi sudah over populated (gambaran kondisi bumi di film ini cocok untuk yang meyakini banyak anak banyak rejeki). Padatnya bumi menyebabkan sampah,kondisi lingkungan yang buruk, kemiskinan, kejahatan dan penyakit ada dimana-mana. Alhasil bumi sudah tidak layak ditinggal. Sekelompok orang kaya yang ingin mempertahankan gaya hidupnya pindah ke satu pesawat besar yang dibuat menyerupai bumi bernama Elysium. Berbeda di bumi, Elysium menjadi tempat yang sempurna untuk ditinggali, lingkungan yang sehat, nyaman,  tak ada kemiskinan, tak ada kejahatan, dan mereka memiliki mesin pengobatan yang membuat manusia tidak bisa tua, sakit, menjadikan sebuah kesenjangan yang sangat besar antara di bumi dan elysium. 

Elysium berasal dari bahasa mitologi Yunan yang menggambarkan tempat dengan kondisi ideal untuk berbahagia

Di balik kesempurnaan Elysium, ada orang-orang bertangan besi yang mempertahankan kesempurnaan Elysium dengan cara apapun. Mereka menjalankan cara-cara kotor untuk menghalau siapa saja yang mengganggu stabilitas Elysium, termasuk orang-orang di Bumi yang berupaya secara illegal memasuki Elysium walau hanya untuk berobat sebelum ditangkap pihak keamanan dan dideportasi kembali ke Bumi.
  
Lalu diceritakan sepasang sahabat Max da costa (Matt damon) & Frey (Aice braga) yang tinggal di sebuah Panti asuhan di Bumi. Max begitu terobsesi untuk kehidupan yang sempurna di Elysium dan menjanjikan sahabatnya akan membawa mereka pergi ke Elysium. Si Max yang begal menghalalkan berbagai cara untuk bisa mengumpulkan uang dan bisa tinggal di Elysium. Alhasil, dia pun tumbuh jadi seorang pria dengan banyak berurusan dengan petugas keamanan (yang dimasa depan di jalankan oleh sepasukan robot). Hingga sebuah kecelakaan kerja, membuat Max terpapar radiasi dan tak akan bisa hidup lebih dari 5 hari.
 
Lalu berbagai upaya dijalankannya untuk membawanya pergi ke Elysium, termasuk menerima tawaran merampok & menyabotase data di kepala seorang CEO (William fitchner) sebuah industri pertahanan Elysium di Bumi. Tanpa disadari, aksinya membawa Max mendapatkan system dasar Elysium yang membuatnya dikejar "antek-antek" Elysium. Di saat yang bersamaan dia bertemu sahabat kecilnya Frey, yang telah memiliki seorang anak yang menderita Leukimia stadium akhir. Perjuangan hidupnya, pemenuhan janjinya membawanya Frey & putrinya ke Elysium, dan sebuah data yang terdownload illegal ke kepalanya, membawa Max ke sebuah petualangan yang mendobrak kemapanan yang mempermanenkan kesenjangan sosial antara Bumi dan Elysium.
 
Jodie foster menatap Alice braga dengan penuh kebencian (hehehe...)
Dibanding film distric 9, Elysium tampil kurang begitu meyainkan baik dari segi penggarapan maupun tema. Sepanjang film saya terus bertanya apa yang membuat orang – orang kaya itu menciptakan kesenjangan yang begitu lebarnya, apa yang membuat mereka tetap kaya di lingkungan tanpa orang miskin (bukankah orang kaya memerlukan orang miskin untuk emmepertahankan kekayaanya? ... eh), dan bagaimana ketika orang yang punya banyak kesamaan nasib tidak bisa menciptakan revolusi atas system yang tidak adil, sampai harus menunggu Matt damon  sekarat? Dan bagaimana bisa system keamanan Elysium hampir ambruk oleh 2 preman (sebenarnya) yang bisa mati dengan mudahnya.
  
Matt damon Before and at Elysium :-p
Saya hampir lupa menulis peran Menteri Pertahanan Jessica delacourt (Jodie foster) di film ini. Salah satu kelemahan film ini, tak tergali dengan baiknya sebuah karakter hebat, yang dimainkan hebat oleh aktris watak jempolan sekelas Jodie foster. Karakter Jessica bahkan kalah layar dengan pemain pembantu seperti Alice braga. Aksi Matt damon di film ini memang tak diragukan. Bagi Matt, Karakter Max bagaikan versi  Sci-fic dari karakter Jason bourne. Salut atas upaya diet kerasnya menurunkan berat badannya (I feel you Mat ..*puk-puk) mengingat dia terlihat amat gendut di film sebelumnya (The informant, we bought a zoo & contagion).  BTW karakter Max da costa ini seharusnya orang mexico khan? Mengapa dia terlihat seperti orag asing diantara orang-orang mexico ya? CMIIW. Yang terlewatkan dari film ini adalah kurang tergalinya departemen art director. Kita disuguhi pemandangan wah! kondisi Bumi yang sangat padat dan sempurnanya pesawat Elysium, tetapi hanya sebatas pemandangan besarnya. Dimaafkan karena itu memang bukan ciri Neill blomkamp
  
Overall, Walaupun setingkat dibawah Distric 9, Film Elysium masih asyik dinikmati, sembari menunggu datangnya serbuan film seru musim dingin nanti.  BTW Orang gila mana yang punya ide menggunakan otak untuk menggantikan flash disk? Lalu kalo kena virus gimana? kalo tiba-tiba transfer data dan ngehang gimana?.... (walau bukan ide original) ide ini keren gilanya!. Sempat terbersit perntanyaan "Mengapa Tuhan tidak mengaplikasikannya teknologi ini ke umatnya ya?", Maksudku (mengutip tweet @hotradero) mengapa Tuhan menurunkan ajaranNya dalam bentuk tulisan, mengapa tidak mendownloadkan secara langsung ke otak umatNya? dengan begitu semua ajaran yang diterima umatNya akan seragam, dan kita akan berhenti saling bertengkar siapa yang lebih benar di mata Tuhan. just asking

Nilai : 2 dari nilai max 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar