Selasa, 26 Juni 2012

That's what friends are for... (Review How i met your mother season 7 episode 23-24)

Akhirnya kesampaian juga menulis review 2 episode terakhir How I met your mother season 7 berjudul the Magician code (part 1& 2). Masih ingatkah kalian saat Lily mengirim suaminya berlibur ke Atlanta bersama sahabatnya Barney untuk mengurangi “ketegangan” menjelang kelahiran anak mereka ? (atau bisa baca di sini). Di saat sang suami jauh, justru Lily mengalami kontraksi dan memberikan tanda – tanda akan melahirkan. Lalu dimulailah sebuah petualangan Barney-Marshal yang saat itu sedang mabuk berat menuju kota New York. Marshal berjanji akan memberi nama tengah pemberian Barney “wait for it” jika Barney berhasil mengantar Marshal ke New York tepat waktu, dimana penyelesaiannya sedikit diluar dugaan, tapi tetep FUN.

Di New York Lily mengalami detik-detik kelahiran bersama 2 sahabatnya Ted & Robin. Seperti diketahui Ted & Robin awalnya tidak saling tegur, hubungan mereka  renggang saat Robin menolak cinta Ted. Dan kontraksi lily justru membuat mereka bisa saling berbagi cerita, mencairkan keadaan, dan mereka pun kembali berteman. Sebagai teman, Robin memberikan warning, bagaimana Ted telah menghabiskan waktunya untuk mengejar wanita yang salah. Hingga...

The Magician's code ; sebuah trick melamar
Hingga dia menyadari bahwa Victoria adalah wanita yang tepat untuknya. Victoria adalah mantan Ted yang terakhir dia lihat dalam kondisi bertunangan, dan kali ini hadir kembali ke dunia Ted dengan memakai gaun pengantin!....dan Ted pun melarikan pengantin orang lain. Cerita cinta gila lainnya disajikan Barney. Dia melamar Quinn dalam sebuah trik sulap yang menghebohkan bandara, dan diakhiri dengan menikahi Robin!
Akhirnya bayi pertama pasangan Lily-Marshal lahir, dengan nama Marvin wait for it Eriksen. Tak ada yang lebih indah dari memandang seorang sahabat menggendong bayi mereka untuk pertama kalinya.(damn I miss that). 

Susah untuk obyektif dalam menilai serial ini, dia menyuarakan hati para jomblo yang mendambakan seseorang yang tepat. termasuk menyuarakan kita perlu punya teman yang selalu mensuport kita. dan terakhir tak ada yang lebih indah memiliki teman yang ada di saat kejadian-kejadian penting dalam hidup kita … lalu mewek

Nilai : 2,5 dari nilai max 5

Minggu, 24 Juni 2012

Drama sepak bola Indonesia (Review film Garuda di dadaku 2)

Pertama kali melihat film Garuda di dadaku di tahun 2009 melalui layar lebar musim liburan sekolah. Sebuah film dengan konflik dan alur sederhana, mengalir penuh “kesenangan” akan sepak bola. Film ini tak diduga menembus 1 juta penonton, mengusik sang produsernya membuat sekuelnya. Hingga di tahun 2011 munculah film Garuda di dadaku 2. Film ini tak sempat saya tonton di layar lebar, hingga hari minggu lalu sebuah stasiun TV menayangkan perdana film ini di layar kaca. Rudi soedjarwo (Ada apa dengan cinta) di dapuk menjadi sutradara Garuda di dadaku 2 menggantikan posisi Ifa isfansyah (sang penari), dengan penulis scenario tetap dilakukan oleh Salman aristo (laskar pelangi).

Kali ini, Bayu (Emir mahira) sudah bergabung di Timnas Indonesia U-15 dengan predikat sebagai kapten tim. Sayangnya tim Bayu ini tak kunjung menang, hingga akhir hayat sang kakek, Bayu belum pernah merayakan kemenangan satu pun. Campur tangan pengurus, politisasi sepak bola, pergantian pelatih secara mendadak, popularitas dan lain sebagainya campur aduk di dalam kubu timnas seakan menyentil kondisi timnas saat ini. Bayu sendiri, mengalami masa sulit, Latihan sepak bola yang begitu keras, beban tugas sekolah yang memberatkannya, hubungan buruknya dengan sahabatnya Aldo, munculnya Yusuf, saingannya di timnas, hingga sang ibu yang membawa sosok “ayah” baru di rumah, membuat bayu frustasi, hingga kejuaraan Asean U-15 datang.

Berbeda dengan seri awalnya Film garuda di dadaku 2 hadir penuh konflik. Bayu yang awalnya dihadirkan dengan karakter sederhana, mendadak sekarang harus menghadapi banyak masalah yang melibatkan bakatnya, ego, dan perasaanya. Tak cukup banyak konflik, film ini juga memberikan bumbu “kisah cinta”. Saking padatnya beban cerita, para pemain bermain tak sebebas di seri awalnya, karena mereka dituntut berakting lebih serius. Penampilan Ramzi yang berusaha mencairkan ketegangan acting bayu dan Aldo (Aldo tansani) seperti di seri awalnya tak kunjung berhasil, untungnya film ini masih punya nilai plus.

Perlu di acungi jempol adalah upaya menghadirkan drama olahraga di tengah lapangan. Saya pernah memuji, film tendangan dari langit yang menghadirkan 1 drama pertandingan, dan ternyata film Garuda di dadaku 2 malah menghadirkan 6 pertadingan ! (CMIIW). walau tidak istimewa, tetapi hasilnya sudah cukup bagus. Dengan menghadirkan 6 pertandingan di lapangan, seharusnya film ini tak perlu dijejali banyak konflik lagi, khan jadi berat melihatnya.

Nilai : 2,5 dari nilai max 5.

Jumat, 22 Juni 2012

The chronicle of Agen J & K (Review film Man in black 3)

Di Tahun 1997 Barry sonefild menghadirkan komik Man in black di layar lebar. Kisah agen amerika serikat dalam memantau aktifitas Alien yang telah berbaur dengan manusia di Bumi ini  sukses menyedot perhatian penonton. Kisah awal pertemuan Agen K (Tommy lee jones) dengan seorang pendatang baru Man in black Agen J (will smith) ini tak hanya sukses secara komersial, tetapi secara kualitas. Film ini meraih oscar best make-up, serta nominasi untuk best score & best art direction di tahun 1998. Aksi duo berpakaian hitam mengejar para alien “nakal” ini kemudian kembali di tahun 2002, Agen K yang diceritakan pensiun di akhir seri pertamanya, “terpaksa” harus kembali. Masih meraup sukses di seri keduanya, MiB memaksa duo ini kembali di seri ketiganya. Berjarak 15 tahun dari seri pertamanya tentu membuat Agen K & Agen J sudah tidak sefresh dulu lagi.
Man in black menceritakan, bahwa elvis presley & Lady gaga adalah Alien. diceritakan pula Elvis adalah alien yang harus kembali ke planetnya.
Boris the animal
Di sebuah pemakaman anggota Man in Black, Agen J merasa tidak banyak yang dia ketahui mengenai kehidupan pribadi rekannya. Dia baru merasa bahwa rekannya sangat tertutup, dingin, dan terlalu banyak rahasia yang disimpannya. Bahkan kesenioran agen J tidak bisa menembus rahasia catatan pribadi agen K. Pada saat bersamaan, seorang narapidana kelas kakap dengan julukan Boris the animal (Jemaine clement) kabur dari LunarMax, sebuah penjara di bulan. Narapidana ini begitu merisaukan agen K, menyangkut masa lalunya. Hingga suatu hari tiba-tiba sejarah berubah, hanya Agen J yang merasa Agen K ada, semua rekannya termasuk bos nya Agen O (Emma Thompson) menyatakan agen K telah meninggal di tahun 1969 oleh Boris. Mendadak bumi diserang oleh bangsa Alien, yang seharusnya bisa ditangkal di tahun 1969 oleh Agen K.

Melalui analisa Agen O, Boris the animal telah melakukan perjalanan waktu kembali ke masa lalu, dan merubah sejarah. Lalu agen O memperkenalkan seseorang yang bisa membuat agen J bisa melompat ke masa lalu, dan mencegah pembunuhan terjadi. Lalu sebuah adegan lompatan waktu yang dilakukan dari puncak menara empire state of building disajikan dengan sangat menarik.
Agent K : Do you know what is the most destructive power in the universe? Agent J : Sugar?
  
Singkat cerita Agen J kembali di masa 1 hari sebelum pembunuhan terjadi. Disana dia bertemu Agen K muda (Josh brolin) dan berdua berupaya menggagalkan pembunuhan oleh Boris the animal, serta memasang perisai bumi dari serangan alien lewat peluncuran Apollo 11.  Tak hanya menggagakan upaya Boris the animal dalam merubah sejarah, agen J juga menemukan rahasia besar hidupnya, dan mengapa agen K menutup dirinya.

Apa tidak aneh, teknologi ini ditemukan tahun 1969?
Tidak seperti pendahulunya, Man in Black 3 hadir dengan menjauhi action “gemerlap”  dengan Alien yang tidak perlu. Kami menduga factor "U" 2 bintang utama, menjadi penyebabnya. Tommy lee jones terlihat sangat-sangat tua di film, begitu juga will smith yang tak bisa tampil “seababil dulu lagi”. Kelemahan film ini sebenarnya bisa dimanfaatkan baik, dengan menggambarkan sisi melankolis hubungan antar 2 pria yang terlihat tangguh di luar. Simak saat agen J yang kesal rekannya tak mau berbagi “rahasia’ dengannya, atau simak bagaimana seorang agen handal tampak sangat kesepian di kehidupan nyatanya.

Terakhir, semua cast bermain pada porsinya. Sangat sayang “harapan  lebih” kami atas hadirnya Emma thompson dan hubungannya dengan agen K tidak dimaksimalkan. Bahkan perannya sebagai agen O bisa dihilangkan atau diganti siapa saja di film ini. Sebagai film action epic, kita bisa melupakan film ini, sebagai film drama man in Black 3 bisa dikatakan … lumayan.
Nilai : 2,5 dari nilai max 5.

Sabtu, 16 Juni 2012

Pahlawan yang terlupakan (Review film Soegija)

Sebelum film ini beredar, Saya tak mengetahui sosok Romo Soegija. Mgr. Albertus Soegijapranata lahir 25 November 1886 beliau adalah uskup dari kalangan pribumi pertama yang diangkat oleh Vatican. Banyak yang menyangka, pengangkatan Soegija menjadi uskup hanyalah politik akal-akalan Belanda untuk memberikan citra, mereka memperlakukan pribumi dengan layak. Walau begitu, Soegija menolak menjadi kaki tangan penjajah, beliau melayani umat dengan prinsipnya sendiri tanpa lawan hanyalah kawan. Saya suka prinsip yang dianutnya 100% katolik 100% Indonesia!.

Film dibuka dengan hiruk pikuk di sebuah gereja di Semarang saat prosesi penabisan Soegija menjadi uskup. Di awal film ini kita dimanjakan secara visual. Menghadirkan sudut kota Semarang di tahun 1940, Art, setting, kostum, sinematografi, musik latar, make up, hingga logat para pemain (hadir dalam bahasa jawa & belanda) digarap dengan hasil di atas rata-rata, memperhalus sang sutradara yang mengenalkan serombongan karakter yang akan bermain dalam film ini. Cerita lalu bergulir ke tahun 1942 saat jepang masuk ke tanah air, sebagai saudara tua asia raya yang ternyata justru makin menyiksa kehidupoan rakyat. Di jaman itu saat semua orang terpisah-pisah akibat perang, gereja Romo Soegija dijadikan tempat bernaung. Digambarkan pula bahwa bukan hanya pribumi yang menderita saat Jepang masuk, Jepang juga menyekap para jemaah gereja berikut para susternya, membuat kegiatan pelayanan gereja, rumah sakit, dan panti asuhan lumpuh.

Lingling
Cerita kembali berrgulir di tahun 1945, saat kemerdekaan, alih-alih aman kekacauan terjadi dimana-mana. Tentara Indonesia berusaha mengambil alih situasi, sedangkan tentara jepang berusaha mempertahankan keuasaan tentara sekutu. kekacauan ini memutus roda perekonomian, alhasil rakyat makin kelaparan, dan merasa tidak aman dan lagi -lagi Gereja Soegija menjadi tempat bernaung. Cerita terus bergulir, saat Romo Soegija memindahkan gereja ke Yogyakarta mengikuti pusat pemerintahan. Beliau juga melakukan diplomasi dan berhasil membuat Vatican mengakui kedaulatan Indonesia, yang selanjutnya memicu negara-negara barat melakukannya.

Entah mengapa saya kepahlawanan Soegija seakan terlupa dari sejarah republik ini. Bahwa ada seorang katolik yang sangat teguh memegang prinsip melayani umat, tanpa melupakan bagian dirinya sebagai seorang Indonesia. Film ini juga ingin menghadirkan bahwa perjuangan negeri ini, tidak hanya dihasilkan perjuangan 1-2 orang/kelompok saja, tetapi kerjasama diantara keberagaman. Walau tidak ditampilkan utuh, saya merinding, mendengar perjuangan para tokoh kita saat serangan umum 1maret, jasa orang-orang yang terlupakan republik ini.

Hendrick & Mariyem
Romo Soegija tidak hanya terlupakan oleh sejarah nengeri ini, tetapi juga terlupakan di film ini. Film ini menghadirkan serombongan karakter yang saya sendiri tak tahu apa esensinya, dan malah melupakan tokoh sentral disini. Terdapat tokoh Mariyem yang bercita-cita sebagai suster, dan harus kehilangan kakaknya, yang bergerilya melawan Jepang, Belanda & Sekutu. Terdapat pula Ling-ling, seorang katolik Tionghoa yang kehilangan ibunya, dan hak pengakuannya sebagai warga pribumi. Terdapat pula Hendrick seorang wartawan Belanda yang jatuh cinta pada mariyem. Ada pula sepasukan pemuda yang bertransformasi menjadi tentara gerilyawan, juga Pak besut penyiar radio perjuangan, yang menyajikan latar kejadian sejarah. Terdapat pula Robert, tentara Belanda yang kejam, yang seharusnya punya klimaks saat dia menemukan bayi, dan sepertinya ada lagi yang lain.....maaf jika terlupakan. Sebenarnya film ini punya sinematografi diatas rata-rata, sang sutradara bisa menangkap 2 kejadian penting dalam satu frame, tanpa meninggalkan emosi kedua kejadian itu. Dengan modal itu seharunsya hadirnya banyak karakter menjadi tak masalah, tapi entahlah ada yang terlewatkan disini.

Saya tidak bisa menghakimi akting Nirwan dewanto sebagai seorang romo, mengingat saya sendiri tak begitu akrab dengan sosok seorang romo. Dari hasil searching foto-foto lama Romo Soegija, saya menebak romo Soegija tidak sedingin karakter yang dihadirkan Nirwan dewanto. Kedinginan karakter Nirwan dewanto sedikit terselamatkan dengan karakter Toegimin (butet kertaradjasa), simak selorohnya soal "Romo yang tidak boleh menikah". Kedinginan karakter Soegija juga menular di keseluruhan karakter, membuat film ini kekurangan emosi. Film ini tidak mengijinkan saya terharu lebih dalam, menangis, walau film ini punya bahan untuk itu. Alur hadir tanpa ada klimaks yang untungnya di bayar dengan keindahan visual, & juga musik-musiknya yang memorable. Dari film ini, seakan kita diberi tahu bahwa bangsa kita dulu adalah bangsa yang suka menyanyi apapun kondisinya, salut atas duet anggrek merah (CMIIW) dalam bilingual.

Dengan tampilan visual yang meyakinkan, Film Soegija saya beri nilai  2 dari nilai max 5

Jumat, 15 Juni 2012

Snow white di tahun 2012 (Review film Mirror mirror Vs. Snow shite & the huntsman


Poster edisi tahun1937
Mirror mirror on the wall, who is the fairest of them all …”. Siapa yang tak kenal quote ini ? Quote ini telah menjadi legenda yang melintasi batasan waktu dan kebudayaan. Ada yang tahu itu quote dari mana? Yap benar dari dongeng Snow white. Snow white (di Indonesia dikenal dengan Putri salju) adalah hasil karya Jacob & Wilhelm Grimn. kakak beradik (the borthers Grimm) asal Jerman di tahun 1800an. Orang-orang lebih tahu cerita snow white sebagai salah satu kartun karya Disney. 

Disney mengangkat cerita snow white dengan judul “Snow white and seven dwarf” di tahun 1937 sebagai film Animate feature (animasi layar lebar) pertama, sekaligus animasi pertama yang menggunakan warna. Film ini menjadi begitu melegenda dan masuk dalam salah satu daftar film terbaik sepanjang masa. Resep film Snow white masih menjadi patokan film hingga saat ini.

Snow white sendiri berkisah tentang seorang putri dari seorang raja, yang harus kehilangan ibunya saat masih bayi. Ayah Snow white lalu menikah lagi dengan seorang ratu yang sangat cantik. Tak berapa lama, sang raja meninggal dalam suatu pertempuran, dan sang ratu ini pun berkuasa. Sang ratu punya kebiasaan bertanya ke cermin ajaibnya “siapa wanita yang paling cantik ?”. Pada awalnya ratu inilah menjadi yang tercantik, hingga akhirnya snow white tumbuh menjadi remaja dan membuat cermin itu merubah pendapatnya.

Sang ratu merasa tersaingi, ia lalu menyuruh seorang pemburu (huntsman) dengan imbalan emas untuk membawa Snow white ke tengah hutan gelap (maksudnya dark forest) dan membunuhnya disana. Ternyata Huntsman itu tak tega membunuh sang putri, dia lalu meminta snow white kabur & tinggal di hutan itu, sedangkan dia pulang dengan membawa jantung babi sebagai bukti ke ratu dia telah membunuh snow white. Singkat cerita snow white malah jadi pengasuh 7 kurcaci di hutan gelap itu, dan melalui cermin ajaib sang ratu tahu Snow white masih hidup. Dengan menyamar sebagai seorang wanita tua, dia memberikan apel beracun yang bisa membuat Snow white mati suri. Hingga ciuman seorang pangeran membangunkannya.

Untuk seseorang yang sudah akrab dengan permainan logika film-film berat, Saya merasa aneh melihat inti cerita snow white. Cerita ini dipicu akibat seorang wanita yang terobsesi menjadi yang tercantik (bukan menjadi cantik loh). Terlebih di zaman emansipasi wanita cukup aneh melihat seorang wanita yang seharusnya powerful memilih menjadi pembantu untuk 7 orang kerdil sambil menunggu pertolongan pangeran tampan yang entah dari mana, dari pada merebut kekuasaannya kembali.  Mungkin dengan alasan yang sama, film makernya merasa perlu merombak jalan ceritanya saat ingin menghadirkan film ini kembali. Di tahun 2012 ini muncul 2 film yang meremake cerita Snow white dengan jadwal edar yang hampir bersamaan. Film pertama berjudul "Mirror-mirror" yang masih setia mengikuti genre asli snow white komedi keluarga, sedangkan film kedua berjudul "Snow white & The huntsman" menghadirkan sisi gelap sekaligus membuat cerita snow white menjadi rasa twilight, manakah yang lebih bagus ?.

Mirror mirror.
Membawa tag line menghadirkan cerita yang tak terkatakan (Experience the untold adventure), melambungkan ekspetasi saya film ini akan sekelas wicked, (versi untold stroy film the wizard of Oz). Ternyata saya salah besar, film ini nyaris tak mengubahnya pandangan saya terhadap cerita Snow white. Bukannya tag line omong kosong film mirror-mirror menghadirkan Snow white yang tidak tinggal diam menunggu datangnya pangeran, dia berjuang layaknya Robin hood bersama 7 kurcaci melawan Ratu jahat. Film ini juga memberikan twist dibagian mahluk buas penghuni dark forest adalah ayah snow white yang dikutuk Ratu. Cerita tentang apel pun hanya sambil lalu, tak jelas apakah snow white memakannya atau tidak, yang pasti Snow white membagi apel itu dengan sang ratu jahat. Efek apel beracun itu bukan membuat mati suri, tetapi membuat sang ratu “meleleh” & Snow white mendadak menari India. Tidak salah karena sang sutradara adalah Tarsem singh seorang India.
 Cermin ajaib disini, digambar sebuah cermin yang berada didalam dunia yang ada dalam cermin ajaib lainnya …artikan sendiri.
Film ini hadir sangat ringan, dengan bumbu-bumbu komedi yang bisa dinikmati keluarga. Tips dari saya : Untuk menikmati film mirror-mirror matikan semua logika anda, dimana saya selalu merasa aneh dengan runtutan tempat, waktu & kejadian di film ini. Saya yang menonton dengan mengabaikan logika masih harus mengernyitkan dahi melihat film ini. Beberapa teman saya suka dan tertawa lepas melihat film ini (entah mengapa).

Film Snow white versi Mirror-mirror menggambarkan ratu jahat tidak terobsesi dengan kecantikan, tetapi dengan kesenangan, digambarkan dengan rangkaian pesat & pemenuhan egonya. Dia menyingkirkan snow white karena dia menginginkan pangeran (dengan alasan uang) yang jatuh cinta pada Snow white. Cerita ini lebih masuk akal dibanding versi Disney, bahkan ide untuk jadi yang tercantik ditertawakan oleh sang cermin sendiri. Versi asli Snow white asal Jerman juga menceritakan bahwa sang Ratu ingin membunuh Snow white gara-gara ingin menikahi sang Pangeran. CMIIW.

Penampilan Julia Robert, bisa saya katakan dibawah rata-rata kemampuannya. Dia memang terlihat mati-matian menghidupkan karakter ratu antagonis yang komikal ala Mrs sue (Glee), tetapi entahlah humor yang disajikan tampak “kering”. Negatif lainnya adalah karakter snow white, Lily Collins hanya membawakan karakter yang stereotip. Untuk ini semua saya mencurigai skenarionya.

Snow white & the huntsman.
Snow white disini diceritakan lebih gelap, bahkan tidak cocok untuk anak-anak. (alasan kekerasan & adegan sexual). Sang ratu juga digambarkan tak terobsesi menjadi yang tercantik tetapi akan kemenangan/kekuasaan & keabadian. Dia “membunuh” wanita tercantik, untuk membuatnya tetap mudah, kuat & berkuasa, juga sebagai syarat mempertahankan ilmu sihirnya. Dia melakukan ini sebagai balas dendam atas yang terjadi pada orang tuanya. Penampilan kejam penuh luka di masa lalu ini dihadirkan dengan penuh karisma oleh si cantik Chralize theron, dan quotes legenda film snow white menjadi berbeda saat diucapkan Charlize theron.
Cermin ajaib di film ini bukan sebuah cermin tetapi sebuah wajan raksasa!. Saya masih  tak terima, saat cermin ajaib itu mengatakan kristen stewart (snow white) lebih cantik dari pada Charlize theron (ratu jahat). Pasti wajan itu rusak!.
Cerita Snow white disini hadir penuh intrik politik. Ratu yang mengkudeta sang Raja di malam pertama mereka menikah, dan Snow white berupaya merebut balik kekuasaanya melalui sebuah perang. Jika ceritanya seperti ini cerita  tentang apel, beracun pangeran & 7 kurcaci (disini ada 8 kurcaci, tapi 1 orang meninggal) menjadi tak penting Snow white (kristen stewart) punya sepasukan tentara berkuda yang siap menyerang sang Ratu dan menjadi puncak dari film ini. The huntsman (Chris hermsworth) disini tak hanya bersimpati pada snow white, tetapi juga turut berjuang melawan ratu, sekaligus menjadi seorang pangeran yang membangunkan Snow white dari mati suri.

Kristen stewart membawa karakter Snow white menjadi rasa Bella (Twilight). The Huntsman juga membawakan karakter Thor di film ini, kita bisa lihat dari cara dia memutar-mutar kapak sama dengan cara dia memutar mutar hammer milik Thor. Snow white jadi karakter minus besar pada film ini. Sama seperti film mirror mirror, lupakan logika mengenai urutan waktu, tempat & kejadian.

Akhirnya 2 film remake cerita Snow white ini saya beri nilai 1,5 dari nilai max 5.