Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Menyelamatkan Reputasi Santa Claus (Review film Arthur Christmas)

Ada banyak cerita tentang asal usul munculnya icon Natal Santa claus. Entah mana yang benar, yang pasti Santa claus telah sukses mengobsesi anak-anak di seluruh dunia untuk selalu berbuat baik.  Bener seluruh dunia…?. Sebenarnya masih penasaran seberapa dekat icon Santa claus di Indonesia. Iya saya tahu dia selalu ada di perayaan-perayaan Natal di sini, tetapi seberapa banyak anak-anak Indonesia mempercayai Santa claus itu nyata? seperti yang kita lihat di film-film Amerika.

Saya sudah sering menyaksikan di film-film, bagaimana orang tua masih mempertahankan keyakinan anak-anaknya bahwa Santa claus nyata, dia akan datang setiap malam natal dan memberi hadiah ke setiap anak baik. Bukannya mengajarkan tahayul ke anak, tetapi dongeng seperti ini bisa membuat anak-anak terobsesi berbuat baik. Ibu saya waktu kecil (walaupun muslim), sempat terobsesi dengan Santa, dan selalu berbuat baik demi mendapat hadiah saat Natal. Suatu saat dia pernah berbuat nakal, dan dia ketakutan, jika Santa mengetahui perbuatannya. Yaa awalnya memang ada pamrihnya, namanya anak-anak, lama-kelamaan berbuat baik bisa menjadi kebiasaan, ada atau tidak ada Santa. Ada yang tidak setuju?  Btw kita saja yang dewasa hanya mau mengikuti rambu lalu lintas kalo ada polisi, bukankah kasusnya juga sama? 

Di jaman seperti ini memang sulit membuat anak-anak percaya dunia dongeng apalagi sampai terobsesi dengan Santa claus.. Konsep berkeliling dunia dalam satu malam untuk membagi hadiah sangat sulit diterima akal anak-anak jaman sekarang. Dari sekian banyak film yang mencoba membantu para orang tua membuat anaknya percaya santa, adalah Arthur Christmas.

Di film animasi yang disutradarai Sarah smith & Barry cook dan diedarkan 2011 lalu, Santa diceritakan bekerja dengan menggunakan teknologi tinggi. Dia bekeliling dunia dengan sebuah pesawat induk ala film The Avengers, yang bisa merefleksikan langit diatasnya agar pesawat bisa terkamuflase di langit. Santa yang bekerja bersama anak tertuanya Steve (Hugh laurie) mengomandoi ratusan (bahkan ribuan) elf yang bekerja bak prajurit profesional. Elf- ini turun dari pesawat induk dan memasuki rumah-rumah ala film missison imposible. Awalnya misi Santa ini lancar, hingga mereka menemukan 1 hadiah sepeda yang belum terkirim.

Arthur & Steve
Di film ini diceritakan, Santa claus hanyalah manusia biasa, yang tinggal bersama keluarganya di kutub utara.  Santa (Jim Broadbent ) memiliki istri (Imelda stauton) dan 2 anak laki-laki, Dia menjadi santa sebagai warisan pekerjaan dari ayahnya grand santa (Billy nighy). Dua anak laki-laki Santa memiliki karakter yang bertolak belakang, Steve (Hugh laurie) yang cekatan & selalu tegas berbeda pendapatan soal hadiah yang tertinggal, dengan adiknya Arthur (James Mc avoy) yang selalu tampil canggung & percaya kejaiban. 

Grand santa
Awalnya, Satu hadiah yang tertinggal ini akan diabaikan oleh oleh Santa dan Steve, dengan alasan sangat berbahaya beroperasi di luar malam natal. Tidak demikian dengan Arthur, yang meyakini mereka harus menjaga kepercayaan anak-anak bahwa Santa akan selalu menepati janji. Lalu, dimulailah petualangan Arthur dengan sang kakek menemukan anak yang hadiahnya tertinggal. Sayangnya sang kakek begitu sangat pikun, & kereta santa tua yang mereka kendarai adalah kereta model kuno yang tak bisa menentukan arah, akibatnya kecekacauan lebih parah menimpa mereka.

Hadir dengan cerita & alur yang sangat sederhana, film Arthur memang ingin menjadikan anak-anak sebagai target utama pasar mereka. Walau ceritanya sederhana mereka tak main-main dalam pembuatan detail animasi & pendukungnya. Mereka juga menggunakan sederet bintang besar untuk mengisi suara tokoh-tokoh dalam film, bahkan mereka menggunakan artis sekelas Laura liney (3 nominasi oscar) hanya untuk mengisi suara computer. Sayangnya, karena ceritanya teramat “biasa”, dan kadang-kadang agak naïf (ingat ini cuma film anak-anak), membuat kita yang tidak percaya Santa Claus dewasa harus menguap berkali-kali. Film ini dibuat dengan resep dan ending khas film Hollywood biasanya. Saya agakkurang sependapat saat film ini dinominasikan sebagai film animasi terbaik, di Golden globe 2012 lalu. JAdi, lebih baik tontonlah film ini bersama anak anda, siapa tahu anak anda bisa terobsesi dengan Santa, karena film ini memang sangat-sangat direkomendasikan untuk mereka.

Nilai : 2 dari nilai max 5.

Minggu, 16 Desember 2012

Keajaiban Imajinasi Dunia Film (Review film Hugo)

Seingat saya, film ini sudah saya review sebelumnya, tetapi mengapa hilang di posting ya? Atau saya lupa? *toyor diri sendiri. Karena Hugo adalah salah satu film terbaik yang saya tonton di tahun 2012, maka reviewnya wajib ada di blog ini, bahkan saya rela menulisnya 2x!

Film dibuka dengan suasana musim dingin kota Paris di tahun 1930, kamera lalu bergerak mengikuti rel kereta api dan berhenti di sebuah stasiuan. Di sini kita diberi pemandangan artistik stasiun kuno dengan sinematografi yang benar-benar sangat indah. Opening scene ini bahkan sempat membuat saya berfikiran bahwa Hugo adalah film animasi 3D, tetapi itu memang setting nyata. Kamera mengajak kita menyelami hiruk pikuk stasiun  lengkap dengan kepulan asap ala kereta api uap, toko buku, café, seorang penjaga dengan anjingnya, dan toko mainan yang wah banget….. (saya sampai kehilangan kata-kata) apalagi jika disaksikan dalam format 3D. Kamera lalu menarik kita mengamati jam – jam besar nan megah dan diantaranya itu terlihat sepasang mata seorang bocah yang mengawasi hiruk pikuk stasiun dari balik jam- jam itu.

Hugo & George mieles
Dialah Hugo cabret (Asa butterfield), seorang yatim piatu yang sekarang harus tinggal dengan sembunyi-sembunyi di antara jam-jam besar di dalam stasiun kereta api. Awalnya dia memiliki seorang ayah (Jude law) yang bekerja di sebuah museum, yang selalu menginspirasi Hugo untuk selalu kreatif. Suatu saat sang ayah pulang dengan membawa sebuah robot anak kecil, berdua mereka mencoba membuka misteri bagaimana robot ini bekerja, rupanya ada sebuah kunci yang tidak mereka miliki. Hingga suatu hari ayahnya meninggal dalam suatu ledakan besar di museum tempat dia bekerja. Hugo harus tinggal bersama sang paman claude (Ray winstone) di dalam stasiun. Sang paman adalah petugas reparasi jam-jam besar di stasiun itu, dari sini kemampuan Hugo akan mekanisasi makin terasah. Sayangnya kebiasaan mabuk sang paman membuatnya tak pernah kembali ke stasiun, hingga Hugo harus tinggal sebatang kara (halah kayak sinetron).
 Hugo cabret : “Maybe that's why a broken machine always makes me a little sad, because it isn't able to do what it was meant to do... Maybe it's the same with people. If you lose your purpose... it's like you're broken.”
Ini bukan film tentang Hugo yang meratapi nasibnya, hidup Hugo dipenuhi oleh obesesi untuk membuat robotnya bergerak. Obesesi yang membawanya ke suatu konflik dengan pemilik toko mainan, George mieles (Ben kingsley). Konflik ini juga membawanya bertemu seorang gadis sebayanya bernama Isabele (Chloe grace morez). Dari sini kita diajak mengikuti bagaimana polah si bocah menghadapi kesepiannya, petualangannya mengeksplore Paris tahun 1930, dan juga rangkaian aksi kucing-kucingannya dengan penjaga stasiun (surprisenya dimainkan apik oleh Sachsa boren cohen). Singkat kata persahabatan Hugo & Isabele berujung pada terkuaknya suatu rahasia di balik robot, yang ternyata membawa mereka ke penemu terbesar dunia film modern.

Sangat mengejutkan saat Martin yang dikenal spesialisasi membuat film cowok (Gangs of New York, Aviator, Departed) mendadak mau membuat film anak-anak dalam format 3D. Film hugo adalah proyek film 3D nya yang pertama, tetapi dia melakukan seperti sudah expert memainkan gambar untuk menciptakan dunia imajinasi, laksana suatu wahana permainan. Film ini punya semua hal (sinmatografi, art, sound, visual) untuk memainkan semua imajinasi penontonnya saya.
 George mieles : “My friends, I address you all tonight as you truly are; wizards, mermaids, travelers, adventurers, magicians... Come and dream with me.”
Isabel & hugo di tengah kejaran inspectur
Film ini hadir efektif melalui sederatan gambar yang menawan (sudah berapa kali saya berkomentar seperti ini, karena memang saking magicnya), hingga para pemain di film ini pun harus rela terkalahkan. Mungkin karena Martin Scorsese memandangnya dari kacamata anak-anak, karakter dan konflik di film ini tampil kurang begitu kompleks seperti film Scorsese sebelumnya. Hugo bahkan tak punya hingar bingar visual effect yang seharusnya jadi kewajiban pada genre film seperti ini. Walau teman-teman saya mempermasalahkan hal ini, tetapi saya tidak memperdulikannya, karena saking sibuknya menikmati keindahan gambar-gambar indah di film ini (tambah satu lagi).

Pada perlehatan Oscar 2012, Hugo meraih 5 oscar (visual, Art, sound mixing, sound effect, sinematografi) dari 11 nominasi yang didapatkan.  Saya sebenenarnya menjagokan Martin untuk meraih best director di oscar, tapi dia harus merelakannya pada  Michael havanaviciuz (the artist) yang juga meraih Oscar film terbaik. Saking jatuh cintanya dengan film ini saya sempat berfikir untuk memberi nilai sempurna pada film ini.
 
Nilai 4 dari nilai max 5





Senin, 26 November 2012

Potret (Impian) Kehidupan Sosial Modern Indonesia (Review Film Arisan 2)

Sembilan tahun yang lalu Nia dinata menghadirkan film Arisan!. Sebuah film yang seakan mengkritik kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang mulai berkembang kearah pencitraan & kehidupan palsu. Film arisan juga mengenalkan nilai-nilai “baru” tentang tampil apa adanya, dan bebas berekpresi ke kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Sebuah nilai yang mencoba diberikan di saat masyarakat Indonesia sedang merekronstruksi kehidupannya setelah lepas dari orde baru. Menghadirkan kontroversi, tetapi Film Arisan! tetap dipuji banyak kritikus dengan meraih 6 Piala Citra utama (film terbaik, sutradara terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, pemeran pembantu pria terbaik & pemeran pembantu wanita terbaik). 

Walau film arisan tampil cerdas & segar, tetapi saya tidak bisa menikmatinya, karena masih shock dengan “budaya baru” yang diperkenalkan. Awalnya saya menilai film ini mengajarkan kebebasan yang tergolong kebablasan, untuk ukuran saya yang waktu itu masih lugu & terdoktrin nilai-nilai masyarakat konservatif. Di sana saya menjadi saksi sebuah sejarah dimana 2 pria bisa berciuman di sebuah film layar lebar. Film Arisan 2 juga memberikan ending tak biasa bagi Film Indonesia, dimana di akhir film aktris utama harus bersama pria pujaanya. Di film Arisan, si aktris utamanya harus merelakan pria pujaanya untuk memilih sahabat prianya.

Sembilan tahun telah berlalu, saya sudah cukup lama meninggalkan area keluguan. Melalui berbagai film layar lebar dan serial saya melahap berbagai bentuk kebudayaan dari seluruh dunia dari dari berbagai zaman. Serial-serial TV favorit saya seperti Modern family, Glee, Will & grace membuat saya tidak shock lagi melihat 2 pria berciuman, atau berbagai kehidupan bebas lainnya. Hal ini membuat saya berfikir, saya sudah cukup kuat iman disuguhi model kehidupan dari sekuel film Arisan. Tetapi ternyata saya salah, mereka hadir kembali membuat saya terbengong-bengong dengan gaya hidup berlabel free spirit.

Sakti - Nino - Lita - Octa - Andien (Arisan 2)
Di sekuel film arisan kita akan diajak melihat perkembangan kehidupan geng arisan. Sakti & Memei sudah menjadi arsitek handal. Meimei (Cut Mini) membesarkan anaknya (taluh) seorang diri. Sakti (Tora sudiro) tak lagi menjalin hubungan dengan Nino (Surya saputra), walau keduanya masih punya perasaan saling suka. Sakti memilih menjadi “pria simpanan” seorang pengusaha paruh baya yang beristri. Nino masih aktif memproduksi film-film bertema gay, dan menjalani sebuah hubungan dengan seorang “brondong” bernama Octa (Rio dewanto). Suami Andien (Aida nurmala) sudah meninggal, dan dirinya lebih suka “berpetualang” dengan pria-pria kaya. Lita (Rachel maryam) dengan berbagai aksi kontroversinya seperti pembela kaum gay, punya anak di luar pernikahan,dll mencoba memasuki partai politik untuk maju sebagai anggota dewan.
Cerita bergulir saat meimei menderita penyakit kanker stadium akhir, berbagai prosedur medis telah dijalani, tetapi penyakitnya kian parah. Tak mau membebani sahabat-sahabatnya, dia pun merahasiakan penyakitnya dan diam-diam mengikuti terapi yang dijalankan Dokter Tom (Edward gunawan) di suatu pulau terpencil di sekitar Pulau Bali.

Akhirnya Sakti mengetahui rahasia Meimei, dan menyusulnya bersama teman-temannya sebagai bentuk dukungan. Meimei sendiri, seperti menemukan dunianya melalui rangkaian terapi yang dijalankan Dokter Tom, melalui keindahan Indonesia termasuk melalui ritual waisak di Borobudur, serta melalui hubungan anehnya dengan Dokter Tom-Molly.
 "Teman akan selalu datang dan pergi, tetapi teman sejati akan selalu ada di hati"
Film Arisan 2 hadir tidak hanya menyampaikan kabar geng Arisan saja. Mengikuti pakem pertama, film Arisan 2 diisi kritik kehidupan sosial yang ada sambil menyelipkan sebuah nilai baru alternatif (yang lagi-lagi buat saya terbengong-bengong). 

Arisan 2 dipenuhi berbagai protes & parodi kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang sampai saat ini masih belum menemukan karakternya. Simak saat sebuah organisasi keagamaan yang memprotes festival film gay besutan Nino, walau festival film ini sudah lama diselengarakan. Lalu ada pula para-sosialita yang menolak tua & berupaya tidak terlihat miskin. Simak pula seorang politikus busuk yang bicara tentang kebudayaan Indonesia. Lalu ada pula seorang penulis yang anti kemapanan tetapi harus hidup dengan menulis biografi para sosialita. Semua seperti curahan uneg-uneg dari sang penulis yang telah lama tertahan. Berbeda dengan arisan pertama, “scene-scene protes” ini walau masih tampil segar dan menohok, tetapi entahlah tidak bisa mendukung bangunan cerita utama Arisan2. Sehingga film ini terasa berbicara panjang lebar dan bagi sebagian penonton akan terasa membosankan.

Tak hanya mengkritik kehidupan sosial masyarakat, lagi-lagi film ini menghadirkan sebuah gaya hidup yang boleh saya bilang sebagai kehidupan sosial masyarakat muda modern Indonesia. Geng arisan, walau sibuk dengan urusannya masing-masing, masih bisa meluangkankan waktu untuk berkumpul bersama, hanya untuk bertukar cerita, pendapat, pandangan, curhat ataupun tertawa bersama. Saat bersama geng arisan bebas mengutarakan isi hatinya, dengan mengkritik tanpa menghakimi, berpendapat tanpa mendikte. Sebuah model interaksi yang tidak asing bagi yang sudah akrab dengan serial friends atau serial yang masih berjalan how I met your mother. 

Hubungan unik pasien-dokter
Gaya hidup yang membuat saya terbengong-bengong di film Arisan 2 ini bukan gaya kongkow mereka, tapi gaya hidup free spirit. Simak saat kita diajak mengikuti pencarian Meimei tentang kedamaian dengan menghilangkan batas-batas bernama Agama. Simak pula hubungan Dokter Tom – Molly – Meimei untuk memberikan pengalaman indah sebelum waktunya tiba. Lalu ada scene makan bersama bersama antara seorang pria paruh baya dengan 2 istrinya plus pria simpanannya. Film arisan 2 memang tidak memberikan penghakiman benar-salah terhadap gaya hidup yang mereka hadirkan, tetapi tetap saja membuat saya terbengong-bengong dalam mengartikannya. Mungkin saya masih terlalu konservatif, seperti saya dulu melihat film Arisan!. Yang membuat salut terhadap semua bentuk kehidupan sosial modern yang ditampilkan disini adalah mereka menghadirkannya tanpa menghilangkan karakter Indonesia.
 "Mungkin karena Tuhan memberikan waktu secara cuma-cuma, kita jadi lupa untuk menikmatinya"
Mengenai cast, rasanya mereka sudah cukup akrab dengan karakter yang dibawakan masing-masing, mengingat film ini pernah punya serial. Masing-masing pemain bermain lepas, dan sukses menjalani transformasi karakter. Rachel maryam mulus membawakan karakter Lita yang dulu ceplas-ceplos dalam memberikan kritik kepada orang-orang disekitarnya, berubah menjadi seorang yang ceplas-ceplos memberikan kritik sosial ke masyarakat (Sambil mengingat karir politik Rachel maryam). Cut mini juga tampak melebur dalam karakter Meimei yang dari seri pertama sudah menjadi pesakitan, dan disekuelnya terlihat tampak lebih tegar atau lebih tepatnya “pasrah”. Surya saputra masih menghadirkan karakater Nino yang dulu, yang selalu tampil kalem & bijaksana yang lagi-lagi harus ngemong pacar cowoknya. (Saya sendiri tak sanggup membayangkan punya pacar cowok, apalagi manja … kalo cewek manja itu imut tapi cowok manja?..... pasti dah kugamparin #eh keluar darksidenya)

Saya sendiri kurang sreg dengan penampilan Tora sudiro disini, atau mungkin lebih tepatnya karakter Sakti. Karakter Sakti di Arisan 2 hadir bertentangan dengan image yang diusung film Arisan yang pertama, bahwa gay tak harus kemayu. Bagi penggemar Rio dewanto film ini akan menghadirkan sisi lain Rio yang bahkan tak pernah anda bayangkan.
Nilai : 2 dari nilai max 5

Jumat, 21 September 2012

Hubungan unik Ayah - Anak (Review film Beginners)

Oliver-Hal-Anna
Oliver (Ewan McGregor) adalah seorang designer muda yang hidup kesepian. Sehari-hari dia hanya ditemani oleh seekor anjingnya yang posesif. Teman- teman di kantor merasa Oliver memerlukan seorang teman wanita, dan mengajak Oliver mendatangi sebuah pest. Di pesta tersebut Oliver berkenalan dengan Anna (Melanie Laurent), seorang aktris Perancis. Hubungan Oliver dan Anna pun berlanjut. Dengan Anna, Oliver seakan punya tempat untuk mencurahkan kisah hidupnya tentang bagaimana orang tua nya sangat berpengaruh dalam perkembangannya.
Oliver: I've always wanted to have a phone call with somebody who doesn't talk.
Cerita film The Beginners, menceritakan hubungan Oliver dan Anna diselingi setting flash back (atau sebaliknya ya?*hammer) hubungan Oliver dan ayahnya yang gay (Christopher plummer) & ibunya yang independent (Mary page keller) di masa lalu. Ayah Oliver, bernama Hal menyatakan dirinya gay didepan oliver, beberapa waktu setelah ibu Oliver wafat. Setelah pengakuannya ini, Hal lalu mencari jati dirinya sebagai gay, memiliki hubungan dengan seorang pria yang seusia Olive, bernama Andy (Goran vinsjic) juga masuk dalam organisasi & pergerakan kaum gay. Disini mau tak mau Oliver pun turut memasuki komunitas gay.  Hingga sang ayah harus berjuang melawan kanker prostat stadium akhir.

Oscar untuk plummer
Film beginners ini adalah sebuah cuplikan kehidupan manusia yang sangat unik. Bagimana seorang Oliver yang harus menerima ayahnya menderita kanker, dan juga “pacar sang ayah” yang hampir seusia Oliver. Disini kita seperti diajak melihat dalam diri Oliver yang introvet seperti menemukan “penyaluran” curahan hidupnya saat bertemu Anna. Karakter-karakter uniklah yang menghidupkan film yang disutradarai & ditulis oleh Mike mills. Banyak yang terpukau dengan film ini, tetapi tidak bagi saya yang merasa kesulitan menikmati film ini.
Nilai : 1 dari max 5.