Tampilkan postingan dengan label Action. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Action. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

Agama dan Konspirasi (Review Film 3)

Berbagai adegan kekerasan dan juga aksi terorisme atas nama Agama menjadikan Pemerintah bersikap represif terhadap berbagai kelompok Agama. Dengan alasan yang sama, Masyarakat juga menjadi apatis terhadap Agama. Bagi Pemerintah juga masyarakat Agama hanyalah sebuah parasit yang merusak perdamaian. Hal ini merubah wajah Indonesia, begitu juga merubah kehidupan 3 sahabat kecil bernama Alif, Lam, dan Mim yang tinggal disebuah pondok pesantren.

Kekerasan atas nama agama telah membunuh orang tua Alif, dan tak berapa lama kondisi memaksa pondok pesantren tempat mereka belajar ilmu agama sekaligus tempat mereka memperdalam ilmu bela diri ditutup. Sang guru (Cecep A Rahman) pergi merantau mencari kehidupan baru, hal ini membuat 3 sahabat ini juga memulai kehidupan barunya masing-masing.

Waktu berlalu, di tahun 2036 Indonesia berubah total. Sikap represif Pemerintah terhadap kelompok Agama menjadikan kaum liberal berkuasa. Hal ini membuat ratusan rumah inadah, pondok pesantren ditutup. Sikap apatis masyarakat kepada Agama, juga membuat kaum relijius menjadi kaum yang didiskriminasikan dan dipandang sebelah mata. 

Dendam akan kematian orang tuanya, menjadikan Alif dewasa (Cornelia Sunny) menjadi seorang penegak hukum yang sangat idealis. Dengan alasan untuk menekan kekerasan, para penegak hukum hanya boleh menggunakan peluru karet, membuat ilmu bela diri tangan kosong menjadi hal utama. Di pembukaan film, kita akan disuguhi bagaimana Alif tampil laksana Karakter Rama di film The Raid. Kemampuannya ini menjadikan Alif seorang penegak hukum yang disegani, sayangnya idealismenya menghambat karirnya. Kehidupannya kembali berubah ketika mantan kekasihnya (Prisia nasution) membawanya ke sebuah konspirasi besar

Lam dewasa (Abimana Aryasatya) sukses berkarir dibidang jurnalistik. Bisa dibilang kehidupannya nyairs sempurna, berbagai penghargaan di bidang jurnalistik dia dapat, dia juga punya seorang istri cantik (Tika Bravani) yang selalu mendukungnya, dan seorang putra yang cerdas. Sayangnya karir Lam dalam bahaya, sebagai pemeluk Islam yang taat, membuat pimpinan redaksi tempat lam bekerja khawatir. Masyarakat akan menganggap media Lam tidak obyektif dan tentu saja pemilik modal akan sangat membencinya. Tidak hanya itu, sikap kritis Lam membawa dia menemukan konspirasi besar yang membenturkan penegak hukum dengan kelompok agama. Artinya dia akan melihat 2 sahabatnya Alif dan Mim akan saling bunuh.

Mim dewasa (Agus Kuncoro) tinggal di sebuah pondok pesantren menjalani cita-citanya untuk terus melakukan syiar Agama Islam. Ledakan di sebuah cafe membuat pondok pesantren Mim menjadi target yang dibidik oleh penegak hukum untuk dimusnahkan. Merasa dikhianati, Mim tidak tinggal diam, berbekal ilmu bela dirinya yang tinggi mereka berhadapan dengan sepasukan para penegak hukum sekaligus membawanya ke sebuah konspirasi besar. 

Film 3 dibuka dengan  provokatif. Islam digambarkan sebagai pemicu kekerasan terhadap orang-orang yang dianggap berbeda, serta sebagai pemicu aksi terorisme yang mengganggu perdamaian. Sebuah rangkaian adegan yang mengharuskan film ini membuat peringatan para penonton untuk menonton film ini hingga selesai. Selanjutnya melalui konflik antara Alif, Lam dan Mim, pelan-pelan kita dibawa ke sebuah pertanyaan apakah benar Islam adalah agama yang penuh kekerasan ataua kah mereka hanyalah korban konspirasi?

Cerita konspirasi cukup sering terdengar di sekiar kita, dari obrolan warung kopi, media sosial, hingga ke mimbar Agama. Walau jadi konsumsi sehari-hari, hanya sedikit Film Indonesia yang mengangkatnya sebagai tema. Dari sedikit film yang membawa cerita konspirasi film 3 adalah yang paling berhasil menyampaikannya. Tak hanya punya cerita di atas rata-rata, skenario film 3 juga dipenuhi dialog-dialog aktual menggambarkan berbagai pandangan berbagai kelompok, dari pemeluk Agama konservatif, moderat hingga kaum liberal. 

Berbagai benturan kepentingan kelompok yang berseberangan bisa disampaikan tanpa membuat salah satu kelompok merasa direndahkan. Hingga kita diberi gambaran bahwa konspirasi yang selalu menjadi kambing hitam itu bekerja melalui kebencian dan intoleransi.

Walau bisa dikatakan sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun ini, film 3 bukan hadir tanpa cacat. Kelemahan terbesar film ini ada pada tampilan visualnya. Film 3 begitu berambisi menghadirkan Jakarta di masa depan dengan visual effect yang tampak begitu sangat murahan. Terlebih untuk kita yang telah terbiasa menikmati visual efect film Hollywood. Kelemahan terbesar film 3 bukan menjadi hal yang penting lagi saat di sepanjang film kita dimanjakan action dengan koreo yang apik, cerita dengan twist yang pas, berbagai karakter unik dengan dialog-dialog yang membuat kita merenung akan kondisi saat ini. 

Rating : 3.5/5

Selasa, 27 Agustus 2013

Elysium; Di Bawah Bayang – Bayang Distric 9



Perjuangan orang-orang yang terpinggirkan karena diskriminasi & kesenjangan sosial, seakan menjadi tema favorit sutradara Neill Blomkamp. Tema ini makin menarik saat Neill membawa bumi ke dunia futuristic sebagai latar cerita-cerita yang disampaikannya. Tahun 2009 lalu, dunia menyambut hangat karya perdana layar lebar Neill Blomkamp, berjudul distric 9. Film yang bercerita “pemberontakan” para Alien yang menjadi korban diskriminasi ini masuk menjadi salah satu nominasi film terbaik Oscar. Tahun 2013 Neil kembali dengan para pejuang yang menginginkan kehidupan yang sama layaknya di Elysium. Dengan tema yang hampir-hampir mirip, mau tak mau Elysium berada dibawah bayang-bayang kesusksesan Distric 9.
   
Bumi Vs Elysium
Elysium bercerita tentang Bumi dimasa depan, di akhir abad ke 21 (2154) Bumi sudah over populated (gambaran kondisi bumi di film ini cocok untuk yang meyakini banyak anak banyak rejeki). Padatnya bumi menyebabkan sampah,kondisi lingkungan yang buruk, kemiskinan, kejahatan dan penyakit ada dimana-mana. Alhasil bumi sudah tidak layak ditinggal. Sekelompok orang kaya yang ingin mempertahankan gaya hidupnya pindah ke satu pesawat besar yang dibuat menyerupai bumi bernama Elysium. Berbeda di bumi, Elysium menjadi tempat yang sempurna untuk ditinggali, lingkungan yang sehat, nyaman,  tak ada kemiskinan, tak ada kejahatan, dan mereka memiliki mesin pengobatan yang membuat manusia tidak bisa tua, sakit, menjadikan sebuah kesenjangan yang sangat besar antara di bumi dan elysium. 

Elysium berasal dari bahasa mitologi Yunan yang menggambarkan tempat dengan kondisi ideal untuk berbahagia

Di balik kesempurnaan Elysium, ada orang-orang bertangan besi yang mempertahankan kesempurnaan Elysium dengan cara apapun. Mereka menjalankan cara-cara kotor untuk menghalau siapa saja yang mengganggu stabilitas Elysium, termasuk orang-orang di Bumi yang berupaya secara illegal memasuki Elysium walau hanya untuk berobat sebelum ditangkap pihak keamanan dan dideportasi kembali ke Bumi.
  
Lalu diceritakan sepasang sahabat Max da costa (Matt damon) & Frey (Aice braga) yang tinggal di sebuah Panti asuhan di Bumi. Max begitu terobsesi untuk kehidupan yang sempurna di Elysium dan menjanjikan sahabatnya akan membawa mereka pergi ke Elysium. Si Max yang begal menghalalkan berbagai cara untuk bisa mengumpulkan uang dan bisa tinggal di Elysium. Alhasil, dia pun tumbuh jadi seorang pria dengan banyak berurusan dengan petugas keamanan (yang dimasa depan di jalankan oleh sepasukan robot). Hingga sebuah kecelakaan kerja, membuat Max terpapar radiasi dan tak akan bisa hidup lebih dari 5 hari.
 
Lalu berbagai upaya dijalankannya untuk membawanya pergi ke Elysium, termasuk menerima tawaran merampok & menyabotase data di kepala seorang CEO (William fitchner) sebuah industri pertahanan Elysium di Bumi. Tanpa disadari, aksinya membawa Max mendapatkan system dasar Elysium yang membuatnya dikejar "antek-antek" Elysium. Di saat yang bersamaan dia bertemu sahabat kecilnya Frey, yang telah memiliki seorang anak yang menderita Leukimia stadium akhir. Perjuangan hidupnya, pemenuhan janjinya membawanya Frey & putrinya ke Elysium, dan sebuah data yang terdownload illegal ke kepalanya, membawa Max ke sebuah petualangan yang mendobrak kemapanan yang mempermanenkan kesenjangan sosial antara Bumi dan Elysium.
 
Jodie foster menatap Alice braga dengan penuh kebencian (hehehe...)
Dibanding film distric 9, Elysium tampil kurang begitu meyainkan baik dari segi penggarapan maupun tema. Sepanjang film saya terus bertanya apa yang membuat orang – orang kaya itu menciptakan kesenjangan yang begitu lebarnya, apa yang membuat mereka tetap kaya di lingkungan tanpa orang miskin (bukankah orang kaya memerlukan orang miskin untuk emmepertahankan kekayaanya? ... eh), dan bagaimana ketika orang yang punya banyak kesamaan nasib tidak bisa menciptakan revolusi atas system yang tidak adil, sampai harus menunggu Matt damon  sekarat? Dan bagaimana bisa system keamanan Elysium hampir ambruk oleh 2 preman (sebenarnya) yang bisa mati dengan mudahnya.
  
Matt damon Before and at Elysium :-p
Saya hampir lupa menulis peran Menteri Pertahanan Jessica delacourt (Jodie foster) di film ini. Salah satu kelemahan film ini, tak tergali dengan baiknya sebuah karakter hebat, yang dimainkan hebat oleh aktris watak jempolan sekelas Jodie foster. Karakter Jessica bahkan kalah layar dengan pemain pembantu seperti Alice braga. Aksi Matt damon di film ini memang tak diragukan. Bagi Matt, Karakter Max bagaikan versi  Sci-fic dari karakter Jason bourne. Salut atas upaya diet kerasnya menurunkan berat badannya (I feel you Mat ..*puk-puk) mengingat dia terlihat amat gendut di film sebelumnya (The informant, we bought a zoo & contagion).  BTW karakter Max da costa ini seharusnya orang mexico khan? Mengapa dia terlihat seperti orag asing diantara orang-orang mexico ya? CMIIW. Yang terlewatkan dari film ini adalah kurang tergalinya departemen art director. Kita disuguhi pemandangan wah! kondisi Bumi yang sangat padat dan sempurnanya pesawat Elysium, tetapi hanya sebatas pemandangan besarnya. Dimaafkan karena itu memang bukan ciri Neill blomkamp
  
Overall, Walaupun setingkat dibawah Distric 9, Film Elysium masih asyik dinikmati, sembari menunggu datangnya serbuan film seru musim dingin nanti.  BTW Orang gila mana yang punya ide menggunakan otak untuk menggantikan flash disk? Lalu kalo kena virus gimana? kalo tiba-tiba transfer data dan ngehang gimana?.... (walau bukan ide original) ide ini keren gilanya!. Sempat terbersit perntanyaan "Mengapa Tuhan tidak mengaplikasikannya teknologi ini ke umatnya ya?", Maksudku (mengutip tweet @hotradero) mengapa Tuhan menurunkan ajaranNya dalam bentuk tulisan, mengapa tidak mendownloadkan secara langsung ke otak umatNya? dengan begitu semua ajaran yang diterima umatNya akan seragam, dan kita akan berhenti saling bertengkar siapa yang lebih benar di mata Tuhan. just asking

Nilai : 2 dari nilai max 5

Selasa, 01 Januari 2013

Jack reacher is Tom cruise (Review film Jack Reacher)


Seorang sniper tanpa alasan jelas membunuh 6 orang di ruang publik di sebuah taman di pinggir Sungai Alhegeny, Pittsburgh. Polisi di bawah arahan detektif Emerson (David Oyelowo) menangkap James bar (Joseph sikora), Mantan  sniper tentara Amerika di Irak. Semua bukti mengarah ke  James barr, terlebih catatan kriminal yang sama saat perang, makin memberatkan posisinya. Tetapi, James bar menolak mengakui perbuatannya, dan dia meminta Jack reacher dihadirkan. Malang, sebuah pertarungan antar napi menyebabkan Barr terkena cedera otak yang menghapuskan memorinya. 

Sementara itu, Saat polisi kebingungan mencari Jack reacher, pria ini justru mendatangi Detektif Emerson & Jaksa wilayah Alex rodin (Richard Jenkins). Jack berkeyakinan, bahwa Barr tidak bersalah. bersama pengacara Barr, Helen rodin (Rosamund pike) yang juga putri dari jaksa wilayah, mulai menelaah satu persatu kejadian penembakan itu. Sangat sulit bagi mereka berdua melakukan penyelidikan yang menentang arus, masyarakat umum sudah menjatuhkan vonis bahwa James barr adalah pembunuh pembunuh berdarah dingin yang tak layak dibela. Kegigihan Helen, dipadu gaya investigasi Jack yang nyeleneh menemukan konspirasi besar dibalik pembunuhan itu. Salah satu bagian favoritku difilm ini adalah saat Cash (Robert duval), pemilik tempat latihan menembak ikut beraksi menghajar para penjahat yang menculik helent.

Diedarakan hampir bersamaan dengan  tragedi penembakan di sebuah sekolah SD di Amerika membuat film ini harus mereschedule peredarannya. Walau sudah meraup lebih dari US$ 150 juta dari seluruh dunia, Jack Reacher seharusnya bisa mengumpulkan lebih banyak jika tak ada tragedi penembakan itu. 

Christopher McQuarry, sang penulis sekaligus sutradara sebenarnya berhasil menghadirkan gaya unik Jack dalam bekerja & berfikir. Tom cruise sukses membawakannya. Sayangnya (lagi-lagi) saat film berhasil menghadirkan thriller, lagi-lagi sisi emosional suatu karakter kurang tergarap dengan baik (errr masak film cowok haruspakai emosional). Wajar karena keterbatasan ruang dan lagi – lagi pembandingnya adalah buku yang punya ruang lebih besar. Film ini memang diadaptasi dari novel karangan Lee child berjudul one shot.

Rasamund pike & Tom cruise
Salah satu kelemahan film ini adalah saat Jack dihadirkan terlalu sempurna dan menjadi terlihat tak manusiawi lagi. Walau sebenarnya itu bukan kesalahan fatal, tetapi saat Tom Cruise yang memainkannya, kita jadi seperti melihat karakter Ethan hunt (mission imposible), Roy miller (knight & Day), Ray ferrier (War of the world), dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan keoriginalan karakter Jack reacher menjadi hilang. Saking fokusnya film ini pada Tom cruise (bukan Jack reacher loh), banyak kejadian yang terabaikan. Kita tak melihat banyak ruang melihat transformasi karakter Helen rodin dari seorang “wanita yang ingin melakukan pembuktian”  menjadi “wanita yang tahu apa yang harus dilakukan” termasuk hubungannya yang unik dengan sang ayah. Rosamund pike kalah aura dengan Tom cruise, bisa dikatakan ini semua memang tentang Tom curise. 

Untuk para cewek yang masih suka mimisan melihat Tom cruise, atau untuk para cowok yang ingin terinspirasi menjadi "cowok" : Film ini bagus untuk ditonton sebagai  selingan film serius  menjelang pesta penghargaan film

Nilai : 2,5 dari nilai max 5

Sabtu, 03 November 2012

Reboot ala James Bond (Review Film Skyfall)

Semua penggemar film James Bond pasti hafal dengan formula dasar Film James Bond. Film aksi agen rahasia Inggris 007 biasa dimulai dengan sebuah krisis, yang menghantarkannya ke sebuah misi rahasia. Dalam menjalankan misinya ini, Bond akan berjumpa dengan Bond Girl, lalu having sex, and kicking badass. Di film Bond yang ke-23 berjudul Skyfall, formula ini dirubah.


Agen MI6 (Millitary Intelegent Section 6) diserang oleh segerombolan orang tak dikenal di Turki. Sebuah hard disk berisi data agen-agen MI6 yang sedang menyamar di semua organisasi teroris dunia dicuri. Bond (Daniel craig) & Eve (Naomie harris) terlibat adu kejar dengan para pencuri data terpenting MI6. Hingga sebuah tembakan Eve atas perintah M (Judi Dench) justru mengenai Bond. Kejadian ini membuat Bond sakit hati dan diam-diam menghilang, MI6 sendiri menganggap agen007 ini meninggal dalam tugas.

Terbukanya data rahasia ini membuat, MI6 mengalami krisis terbesarnya. Keselamatan seluruh agen mereka yang menyamar sangat terancam. Kepemimpinan M di MI6 dipertanyakan, hingga pejabat pemerintah  Gareth Mallory (Ralph fienes) ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan M. Puncaknya si pencuri hard disk ini membobol komputer kantor pusat MI6 di London dan meledakkan. Bond yang mengasingkan diri di pulau tropis (yang seharusnya syuting di Bali)  merasa terpanggil atas krisis yang terjadi. Walau dia kembali dalam kondisi tidak dalam performanya, M mempercayainya untuk kembali beraksi menyelamatkan MI6.

Interogasi "menggelikan" ala silva
Lalu perburuan dimulai : dari sebuah pembunuhan di Shanghai, Casino yang memiliki komodo di Macau, hingga sebuah pulau kosong yang ditinggal penduduknya mempertemukan bond dengan otak semua aksi. Tersebutlah Silva (dimainkan dengan "gila" oleh Javier bardam) mantan anak buah M yang sakit hati dan menjalankan aksinya demi balas dendam dengan bosnya. Tak disangka penangkapan Silva justru membawa MI6 dalam sebuah jebakan besar dengan big bos MI6 sebagai target utamanya. Akhirnya .....anda akan disajikan serangkaian aksi gila Bond Vs Silva ala dark knight, yang lebih pas disaksikan dalam format 2D IMAX. (lah kok promosi). Dari 50 tahun sejarah film James Bond, baru kali ini film Bond menampilkan Inggris sebagai lokasi aksinya.

Saya sempat terkejut saat Skyfall disutradarai Sam mendes, sutradara pemenang oscar (American beauty) ini spesialisasi film drama melankolis dan  tak punya trackrecord untuk film action. Dengan sentuhan ala Mendes, Film Skyfall dipenuhi adegan aksi dengan sinematografi indah simak saja saat scene pergumulan Bond di salah satu gedung bertingkat di Shanghai, scene di skyfall scotlandia, dan lain sebagainya 

Yang berbeda pula, Bond girl disini bukanlah gadis cantik nan hot, melainkan nenek tua dingin, yang tak pandai menembak. Dialah M yang sejak film golden eye (1995) dimainkan dengan cemerlang oleh Judi Dech.M yang biasanya tampil sambil lalu di film Bond, kali ini mendapat porsi lebih besar mendampingi Bond menjalankan aksinya, sebelum ..... *speechless :-(

M, Judi dech
Film Skyfall (diam-diam) menjadi puncak rangkaian reboot franchise film James bond, mengikuti trend film lain seperti Spiderman, Superman, Startrek, dll. Di Skyfall ini ada semacam pemberian tongkat estafet ke cast lebih mudah, simak saja pakar alat canggih bond Q yang biasa dimainkan oleh seorang aktor tua, kali ini dimankan orang baru Ben Whishaw. Lalu asisten M, Ms. Moneypenny yang terakhir kita lihat di film Die another day (2002) pun juga berganti ke wanita yang lebih muda Naomie haris. Bos MI6, M pun berganti dari Judi Dench ke Ralp fienes. Rombongan orang baru di MI6 ini menjadikan Daniel craig menjadi cast utama tertua di MI6. 

Skyfall juga punya lagu soundtrack terbaik yang ditulis & dinyayikan oleh Adele, yang membuat sempurna untuk gelar yang kuberikan pada film ini : "Best Bond Ever".

Nilai : 4 (dari nilai max 5)

Sabtu, 22 September 2012

Menonton video games di bioskop (Review film Resident Evil 4; Retirbution)

Are you ready for play ?
Film dibuka dengan sebuah adegan penyerangan sebuah kapal oleh pesawat tempur milik Umbrella corp. adegan yang seharusnya berdurasi 1-2 menit itu menjadi jauh lebih berkesan saat disajikan secara slow motionrewind dengan detil yang sangat mengagumkan. Kemudian kita diperkenalkan sebuah dunia alternatif yang merupakan sebuah simulator sebuah kota yang berisi kloningan pegawai Umbrella corp dan diserang zombie. Di dunia alternatif itu, jagoan kita Alice (Milla jovovich) adalah seorang ibu dengan satu putri bernama Becky (Aryana engineer). Kemudia dalam waktu kurang dari 30 menit kita disadarkan bahwa teknologi 3D telah membawa film action dan thriller pada level baru yang sukses membuat saya terkaget-kaget hingga nyaris terjungkal dari tempat duduk.

Dan saya pun kalah macho dengannya
Formula yang sama terus dibawa sepanjang film dimana Alice ditemani Ada wong (li bingbing) dan pasukan bayaran yang menjemput mereka harus melalui  ruangan simulator kota Jepang, New york, Moskow yang  terletak di bawah laut yang membeku. Kota-kota simulator itu berisi zombie yang telah berevolusi menjadi beragam monster. Tidak hanya monster, Alice dkk juga harus menghindari kejaran jagoan keamanan Umbrella corp Jill Valentine (Sienna gulroy),dan Rain (Michael rodriguez) yang bisa berubah menjadi "moster" tak terkalahkan.

Ceritanya? tak penting, anda main video games juga tak perlu cerita menarik khan? cukup dengan musuh yang berat dan banyak, puluhan adegan aksi yang seru, jagoan yang keren, dan gambar & sound menawan dalam balutan 3D. Entah mengapa melihat aksi 4 jagoan wanita di sepanjang film ini membuat saya berfikiran tentang proyek film The Expendables versi cewek.

Nilai : 2 dari nilai max 5

Minggu, 26 Agustus 2012

Reuni Jagoan Film tahun 80-90an (Review Film The expendables 2)

Era “film jagoan” dengan kekuatan otot boleh lewat digantikan para superhero dengan kekuatan visual effect (bedanya dimana ya?),  Tetapi para jagoan tahun 80 – 90 an tetap menjadi legenda di benak para penggemarnya. Simak saja di twitter siapa saja referensi pria sejati jagoan mereka? Nama-nama seperti Chuck Norris, Stalone, Bruce Wills, Arnold, Jet Li masih muncul. Lalu apa jadinya jika para legenda ini berkumpul di satu film, untuk kedua kalinya.

Cerita melanjutkan film pertama mereka tentang para jagoan tua yang menjadi tentara bayaran. Dikepalai oleh Barney ross (Sylvester stallone), geng ini punya 5 anggota lain yaitu, si jagoan tangan kosong Yin Yang (Jet li), ahli bermain pisau Lee Christmas (Jason statham), specialist senjata berat Hale caeser (terry crews), spesialis penghasil ledakan Toll road (Randy Couture) & si aneh Gunnar Jensen ( Dolph lundergren), eh masih ada pendatang baru dengan wajah paling imut (halah … kok tahu cowok imut?) sniper, Billy the kid (Liam Hemsworth, btw ini bukan hemsworth yang main di film Thor & The avengers). Sebenarnya percuma saya mengenalkan nama tokoh di film ini juga menceritakan alur cerita film ini. 

Aksi pertama mereka adalah dengan membebaskan seorang milyuner asal cina yang ditawan tentara Nepal, melalui serangkaian adegan tembak-tembakan yang sangat tidak seimbang menghiasi awal film. Walau tim expendables ini cuma berenam, mereka bisa menang melawan ratusan tentara Nepal. Gimana nggak menang, wong rentetan tembakan tentara Nepal, selalu dibalas dengan satu tembakan besar dari sang jagoan. Hingga Barney dkk mendapatkan “bonus” pembebasan tawanan lain, si Trench (Arnold schwazenegger).

"Cak Norris"
Cerita bergulir dengan misi selanjutnya, dimana sebuah pesawat dengan peta rahasia jatuh di albania. Lalu kelompok jagoan kita mengawal seorang ilmuwan wanita Maggie (Yu nan) yang bisa memecahkan sandi peta tersebut. Ternyata di pesawat itu menunggu gerombolan pencari plutonium, dikepalai oleh Jean villain (Jean-Claude van damme) dan asistennya Hector (Scott Adkins). Lalu? Bisa ditebak terjadilah adegan kejar-kejaran seru antar 2 kelompok tentara bayaran ini hingga Bulgaria. Sebenarnya gak imbang, karena kelompok jagoan kita ini punya banyak penolong. Selain si mister will be back (Arnold), juga ada ada mister yippie kay yay (Bruce wills) dan sang Master Booker (Chuck Norris). Sekedar catatan perhatikan scene yang melibatkan Arnold Scwazeneger dengan semua cast film ini, mereka sepertinya tidak dalam satu scene.

Yeah…. bagi pecinta film laga tahun 80a -90an film ini  bisa jadi ajang reuni jaman muda mereka (including me). Film ini penuh dengan adegan dan dialog “legendaris” yang tampil menggelitik membuat  para pecinta film aksi jadul “menggelinjang” dari awal hingga akhir film. Untuk menonton film ini lupakan cerita, lupakan logika.. cukup nikmati aksi jagoan kita yang entah berapa kali sukses membuatku terjungkal dari tempat duduk.

Mr. Will be back - Rambo Mr. yippie kay yay
Pertanyaannya : film ini cukup memuaskan dahaga anak tahun 80 – 90an, tapi bisakah dinikmati oleh anak jaman sekarang? Terlebih film-film laga saat ini sangat memperhatikan logika, sedangkan realistis film the expendables 2 ini tampak jauh dari sempurna. Film laga jaman sekarang juga selalu bertabur visual effect macam The Matrix hingga koreografi ciamik macam the raid dan lagi-lagi The expandles 2 jauh dari itu. Bahkan saya cukup yakin Mad dog akan tertawa guling-guling melihat pertarungan tangan kosong Van damme vs. Stallone di akhir film. Sesuai saran Jason statham di akhir cerita stalone harusnya mulai berfikir untuk belajar bela diri tangan kosong, minimal ajaklah cast dari film The Raid.

Nilai : 3 dari nilai max 5