Tampilkan postingan dengan label FFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FFI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Desember 2014

Prediksi Pemenang Festival Film Indonesia 2014

 
Festival Film Indonesia (FFI) kembali digelar. Kali ini FFI 2014 hadir dengan menghadirkan 85 juri untuk menentukan pemenang. Ini sebuah langkah bagus untuk ajang apresiasi film Indonesia tertinggi. Malam puncak FFI 2014 akan diselenggarakan pada tanggal 6 Desember di Palembang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, (walau saya bukan salah seorang juri, tetapi) saya akan menentukan pemenang pilihan saya, coba tebak berapa banyak pemenang pilihan saya yang sesuai dengan pemenang pilihan juri. Berikut nominasi FFI 2014 selengkapnya dan pemenang pilihan saya :

A. Nominasi Film Bioskop Kategori Film Terbaik Film Bioskop 

1. 3 Nafas Likas
2. Cahaya dari Timur: Beta Maluku
3. Sebelum Pagi Terulang Kembali
4. Soekarno: Indonesia Merdeka
5. Sokola Rimba
 
Citra Goes to .....Soekarno: Indonesia Merdeka

B. Nominasi Film Bioskop Kategori Sutradara Terbaik
1. Rako Prijanto – 3 Nafas Likas
2. Lucky Kuswandi – Selamat Pagi Malam
3. Hanung Bramantyo – Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Riri Riza – Sokola Rimba
5. Adriyanto Dewo – Tabula Rasa

 Citra Goes to ..... Hanung Bramantyo - Soekarno: Indonesia Merdeka

C. Nominasi Film Bioskop Kategori Pemeran Utama Pria Terbaik
1. Vino G Bastian – 3 Nafas Likas
2. Abimana Aryasatya – Haji Backpacker
3. Herjunot Ali – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
4. Chicco Jericho – Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
5. Ario Bayu – Soekarno: Indonesia Merdeka

Citra Goes to ..... Ario bayu - Soekarno ; Indonesia Meredeka
  
D. Nominasi Film Bioskop Kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik

1. Atiqah Hasiholan – 3 Nafas Likas
2. Revalina S Temat – Hijrah Cinta
3. Maudy Koesnaedy – Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Prisia Nasution – Sokola Rimba
5. Dewi Irawan – Tabula Rasa 

Citra Goes to ..... Prisia Nasution - Sokola Rimba
  
E. Nominasi Film Bioskop Kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik
1. Yayu Unru – Tabula Rasa
2. Reza Rahadian – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
3. Lukman Sardi – Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Nino Fernandez – 99 Cahaya di Langit Eropa
5. Ringgo Agus R. – Sebelum Pagi Terulang Kembali

Citra Goes to .....Reza Rahadian - Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

F. Nominasi Film Bioskop Kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
1. Jajang C Noer – 3 Nafas Likas
2. Laura Basuki – Haji Backpacker
3. Nirina Zubir – Silent Hero(es)
4. Jajang C Noer – Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
5. Tika Bravani – Soekarno: Indonesia Merdeka

Citra Goes to .....  Jajang C Noer - 3 Nafas Likas
  
G. Nominasi Film Bioskop Kategori Penulis Skenario Asli Terbaik
1. Ninit Yunita - Mari Lari
2. Sinar Ayu Massie - Sebelum Pagi Terulang Kembali
3. Indra Tranggono & Lola Amaria - Negeri Tanpa Telinga
4. Lucky Kuswandi & Ucu Agustin - Selamat Pagi Malam
5. Tumpal Tampubolon - Tabula Rasa

Citra Goes to .....Selamat Pagi Malam
   
H. Nominasi Film Bioskop Kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
1. Titien Wattimena - 3 Nafas Likas
2. M Irfan Ramli, Swastika Nohara & Angga D. Sasongko - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
3. Hanung Bramantyo - Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Riri Riza - Sokola Rimba
5. H. Imam Tantowi, Donny Dhirgantoro, Riheam Junianti & Sunil Soraya - Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Citra Goes to ..... Sokola Rimba
  

I. Nominasi Film Bioskop Kategori Pengarah Sinematografi Terbaik
1. Hani Pradigya – 3 Nafas Likas
2. Robie Taswin – Cahaya dari Timur: Beta Maluku
3. Nur Hidayat – Sebelum Pagi Terulang Kembali
4. Rendra Yusworo – Sepatu Dahlan
5. Fauzan Rizal – Soekarno: Indonesia Merdeka

Citra Goes to .....  Soekarno : Indonesia Merdeka
  
J. Nominasi Film Bioskop Kategori Penyunting Gambar Terbaik

1. Ryan Purwoko – 99 Cahaya di Langit Eropa
2. Yoga Krispratama – Cahaya dari Timur: Beta Maluku
3. Sastha Sunu – Sebelum Pagi Terulang Kembali
4. Cesa David Lukmansyah & Wawan I Wibowo – Soekarno: Indonesia    Merdeka
5. Waluyo Ichwandiardono – Sokola Rimba

Citra Goes to ..... Soekarno: Indonesia Merdeka
   
K. Nominasi Film Bioskop Kategori Penata Suara Terbaik
1. Satrio Budiono – Cahaya dari Timur: Beta Maluku
2. Fajar Yuskemal & Aria Prayogi – Killers
3. Khikmawan Santosa – Sepatu Dahlan
4. Sutrisno & Satrio Budiono – Soekarno: Indonesia Merdeka
5. Yusuf A Patawari & Satrio Budiono – Sokola Rimba

Citra Goes to ..... Killers

L. Nominasi Film Bioskop Kategori Penata Musik Terbaik
1. Fajar Yuskemal & Aria Prayogi – Killers
2. Ivan C. Gojaya – Selamat Pagi, Malam
3. Tya Soebiakto – Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Aksan Sjuman – Sokola Rimba
5. Lie Indra Perkasa – Tabula Rasa

Citra Goes to ..... Sokola Rimba
    

M. Nominasi Film Bioskop Kategori Penata Visual Efek Terbaik
1. Raiyan Laksmana – 3 Nafas Likas
2. Eric Kawilarang – Guardian
3. Totok Santoso/ Hillboy – Comic 8
4. Andi Novanto – Killers
5. Eltra Studio & Adam Howarth - Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Citra Goes to ..... Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
  
N. Nominasi Film Bioskop Kategori Pengarah Artistik Terbaik

1. Frans XR Paat – 3 Nafas Likas
2. Yusuf Kaisuki – Cahaya dari Timur: Beta Maluku
3. Allan Sebastian – Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Eros Eflin – Sokola Rimba
5. Iqbal Marjono – Tabula Rasa

Citra Goes to ..... 3 Nafas Likas
   
 O. Nominasi Film Bioskop kategori Perancang Busana Terbaik
1. Gemailla Ghea Geretiana – 3 Nafas Likas
2. Retno Ratih Damayanti – 99 Cahaya Di Langit Eropa
3. Retno Ratih Damayanti – Soekarno: Indonesia Merdeka
4. Samuel Watimenna – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
5. Angelia Florensia – Street Society

Citra Goes to ..... Tenggelamnya kapal van der wijck

Nominasi Film Pendek Terbaik
1. Sowan – Bobby Prasetyo – Khatulistiwa Film
2. Polah – Arie Surastio – Madaya Plan
3. Maryam – Sidi Saleh – Bioskop Merdeka Film
4. Onomastika – Loeloe Hendra – Lanjong Production
5. Sepatu Baru – Aditya Ahmad – Institut Kesenian Makassar

Citra goes to..... Maryam

Nominasi Film Dokumenter Terbaik
1. Penderes Pengidep – Achmad Ulfi – Papringan Pictures
2. Ngulon -  Tony Trimarsanto
3. Quran Sang Paus – Ary Aristo – FFTV IKJ
4. Dolanan Kehidupan – Afina Fahtu M. & Yofa Arfi – Eagle Institut Indonesia
5. Masked Monkey – Ismail Fahri Lubish – Lubish Team Worker
Citra goes to..... Masked Monkey
  
Nominasi Film Animasi Terbaik
1. Asia Raya – Anka Atmawijaya Adinegara – Crymsonik Pictures
2. Adit dan Sopojarwo – Dana Riza & Indrajaya – MD Animation    Jakarta
3. Love Paper – Bambang “Ipoenk” KM – Lajar Tantjap
4. Anak Bangsa – M Panji Shopiyullah – Clubink Animation House
5. Pret! – Firman Winjasmara – Lanting Animation
Citra goes to.....  Pret!

Sabtu, 07 Desember 2013

Festival Film Indonesia 2013

Masih seperti tahun – tahun sebelumnya FFI tahun ini masih dirundung kontroversi, yang Kabar bagusnya skalanya menurun. Disini saya tidak akan membahas kontroversi, mari membahas pemenang FFI 2013 sebagai seorang moviefreak.Dari 15 kategori untuk film bioskop panjang, saya hanya ada 5 kategori dimana selera saya sama dengan selera juri FFI. Berikut daftar nominasi & pemenang FFI tahun 2013 yang tahun ini acara puncaknya dilangsungkan di Kota Semarang pada 7 Desember 2013 lalu.
 
1. Film Bioskop Terbaik :
Sang Kiai
Pemenang citra : Sang Kiai (Rapi Films)
Pilihanku  :  Belenggu (Falcon Pictures)
Nominasi lainnya :
1. 5 cm (Soraya Intercine Films)
2. 3. Habibie & Ainun (MD)
3. Laura & Marsha (Inno Maleo Pictures)
Mungkin para juri citra berfikiran film terbaik adalah yang mengumpulkan piala citra terbanyak. Film Sang Kiai memang tampil dengan teknik penggarapan di atas rata-rata film Indonesia, tetapi film ini gagal dalam menyampaikan cerita yang menghibur. Film Sang Kiai terasa panjang dan berat, bahkan untuk saya pecinta film serius.
Film terbaik pilihan saya jatuh pada : Belenggu, dia mewakili generasi baru film Indonesia, dan membawa film horror-thriller Indonesia ke level yang lebih tinggi.

2. Sutradara Terbaik
Pemenang citra : Rako Prijanto (Sang Kiai)
Pilihanku  :  Upi (Belenggu)
Nominasi lainnya :
1. Dinna Jasanti (Laura & Marsha)
2. Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra (Cinta Tapi Beda)
3. Rizal Mantovani (5 cm)
Rako prijanto memang cukup baik mengarahkan teknik, tapi lemah untuk penuturan cerita (dan bukankah itu tugas utama sutradara?). Pilihan saya jatuh pada Upi yang bisa menghadirkan "level baru" bagi horror-thriller Indonesia.
 
3. Pemeran Utama Pria Terbaik
Pemenang citra & Pilihanku : Reza Rahadian (Habibie & Ainun)
Nominasi lainnya :
1. Abimana Aryasatya (Belenggu)
2. Ikranagara (Sang Kiai)
3. Joe Taslim (La Tahzan)
4. Lukman Sardi (Rectoverso)
Rasanya Reza Rahadia sudah booking gelar ini sejak tahun lalu. Reza menjadi roh filmnya, dan menghadirkan karakter yang jauh berbeda dengan karakter normalnya. Lukman sardi jadi pilihan kedua disini, sayangnya dia melakukan satu kesalahan : bersaing dengan Reza !
 
Adini wirasti & Reza rahadian
4. Pemeran Utama Wanita Terbaik
Pemenang citra : Adinia Wirasti (Laura & Marsha)
Pilihanku  :  Imelda Therinne (Belenggu)
Nominasi lainnya :
1. Happy Salma (Air Mata Terakhir Bunda)
2. Laudya Cinthya Bella (Belenggu)
3. Laura Basuki (Madre)
Adinia wirasti seakan tak punya lawan berarti dalam list. Bukan karena dia tampil teramat istimewa, tetapi saingannya tidak terlalu menonjol #IMO. Sayangnya saya tidak terlalu suka karakter Marsha di film tersebut, saya lebih tertarik 2 karakter dalam film Belenggu.
 
5. Penulis Skenario Terbaik
Pemenang citra : Ginatri S. Noer dan Ifan Ardiansyah (Habibie & Ainun)
Pilihanku  :  Upi (Belenggu)
Nominasi lainnya :
1. Danial Rifki, Endri Pelita dan Kirana Kejora (Air Mata Terakhir Bunda)
2. Novia Faizal, Perdana Kertawiyudha dan Taty Apriliyana (Cinta Tapi Beda)
3. Titien Wattimena (Laura & Marsha)
Habibie & ainun memang berhasil memvisualisasikan kisah cinta yang sangat romantis & emosional, dari sosok yang tak pernah terpikirkan bisa romantic. Walau Habibie & Ainun berhasil memvisualisasikan sebuah cerita biografi menjadi sebuah tayangan menghibur tetapi saya lebih tertarik dengan scenario Belenggu.
 
6. Naskah Asli Terbaik
Pemenang citra : Titien Wattimena (Sang Pialang)
Pilihanku  :  Mouly Surya (They Don’t Talk About When They Talk About Love)
Nominasi lainnya :
1. Hestu Saputra (Cinta Tapi Beda)
2. Reni dan Dinna Jasanti (Laura & Marsha)
3. Upi (Belenggu)
Kejutan saat Titien wattimena keluar menjadi pemenang untuk filmnya Sang pialang, karena skenario buatan Titien yang lain : Laura & Marsha tampil lebih menarik. Pilihan saya ada di kisah cinta wanita - wanita berkebutuhan khusus
 
7. Pengarah Sinematografi Terbaik
Pemenang citra & pilihanku : Yudi Datau (5 cm)
Nominasi lainnya :
1. Ical Tanjung (Belenggu)
2. Fachmi J. Saad (Madre)
3. Rachmat Syaiful (Habibie & Ainun)
4. Roy Lolang (Laura & Marsha)
Film 5 cm adalah film yang mampu membuat sehingga landscape middle earth di film The Hobbit terlihat biasa saja. Jadi tak ada film lain yang menandingi sinematografi 5cm
 
8. Pengarah Artistik Terbaik
Pemenang citra & pilihanku : Iqbal Marjono (Belenggu)
Nominasi lainnya :
1. Eros Eflin (Laura & Marsha)
2. Frans Paat (Sang Kiai).
3. Mai Harison (Air Mata Terakhir Bunda)
4. Vida Sylvia (5 cm)
Saya pikirJuri FFI akan memilih sang kiai di kategori ini, ternyata juri FFI masih memperhatikan selera film generasi baru yang punya artistic lebih unik.
 
9. Penyunting Gambar Terbaik
Pemenang citra :  Cesa David Lukmansyah & Ryan Purwoko (Rectoverso)
Pilihanku : Wawan I. Wibowo (Belenggu)
Nominasi lainnya
1. Aline Jusria (Laura & Marsha)
2. Cesa David Luckmansyah & Ryan Purwoko (Get M4rried)
3. Wawan I. Wibowo (Habibie & Ainun)
Rectoverso memang berhasil menampilkan 4 cerita dalam satu timeline. Ada faktor kesulitan tinggi merangkai bebrapa cerita dengan puncak alur yang berbeda. Teknik ini bisa menguntungkan untuk suatu segmen lemah, tapi bisa berefek kontradiktif untuk segmen yang kuat. Pilihan favorit saya untuk best editing ada di film Belenggu (in oscar, best editing should win best picture :-p)
 
10. Penata Suara Terbaik
Pemenang citra :  Khikmawan Santosa (Sang Kiai)
Pilihanku : Khikmawan Santosa (Belenggu)
Nominasi lainnya
1. Adityawan Susanto (Sang Pialang)
2. Aufa R. Triangga & Khikmawan Santosa (Laura & Marsha)
3. Satrio Budiono (Habibie & Ainun)
Mungkin karena hadir secara  kolosal, Juri citra lebih menilai Sang Kiai punya kesulitan lebih tinggi dan pantas meraih citra. Favorit saya ada di film Belenggu, yang meletakkan tata suara sebagai unsur thriller dalam film. Tak apa-apa film belenggu tak menang di kategori ini, toh penata suranya juga sama dengan Sang Kiai :-p.
 
11. Penata Musik Terbaik
Pemenang citra :  Aksan Sjuman (Belenggu)
Pilihanku : Aghi Narottama dan Bemby Gusti (Laura & Marsha)
Nominasi lainnya
1. Aghi Narottama (Sang Kiai)
2. Thoersi Argeswara (Kisah 3 Titik)
3. Tya Soebijakto (Bidadari-Bidadari Surga)
Saya lebih cenderung memilih score Laura & Marsha yang seakan menghadirkan sebuah playlist menyegarkan yang menemani kita dalam suatu perjalanan.Belenggu juga tampil tak buruk.
 
12. Penata Efek Visual Terbaik
Pemenang citra & pilihanku : Eltra Studio (Moga Bunda Disayang Allah)
Nominasi lainnya:
1. S. Suryadi (Gending Sriwijaya)
2. Galih Mahardika (The Legend Of Trio Macan)
Cukup berani untuk mengadakan kategori ini disaat teknik efek visual Indonesia masih pas-pasan.Semoga citra kategori ini mamp memicu para pembuat film membuat visual effect lebih serius lagi
 
13. Penata Busana Terbaik
Pemenang citra & pilihanku : Retno Ratih Damayanti (Habibie & Ainun)
Nominasi lainnya:
1. Aldie Harra (Air Terjun Pengantin Phuket)
2. Aldie Harra (Sang Pialang)
3. Darwyn Tse (Laura & Marsha)
4. Andhika Dharmapermana (Belenggu)
Habibie & ainun tak punya lawan sepadan di kategori ini. BTW Saya terheran – heran melihat film yang pemainnya lebih banyak memakai bikini & bertelanjang dada bisa masuk nominasi kategori ini.
 
14. Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Pemenang citra :  Adipati Dolken (Sang Kiai)
Pilihanku : Alex Komang (9 Summers 10 Autumns)
Nominasi lainnya
1. Didi Petet (Madre)
2. Igor Saykoji (5 cm)
3. Norman Akyuwen (Tak Sempurna)
 Kejutan besar melihat seseorang yang masuk nominasinya saja dianggap kejutan. Saya justru jatuh cinta dengan karakter ayah yang keras kepala yang dibawakan Alex komang di film 9 summers 10 autumns.
 
15. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Pemenang citra :  Jajang C. Noer (Cinta Tapi Beda)
Pilihanku : Ayusitha (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
Nominasi lainnya
1. Dewi Irawan (Rectoverso)
2. Meriza Febriyani (Sang Kiai)
3. Poppy Sovia (Merry Go Round)
Kejutan saat Jajang C noer meraih citra untuk film cinta tapi beda. Bukan berarti akting Jajang C noer jelek, tetapi Dewi irawan lebih menarik perhatian saya sebagai peran seorang ibu dengan anak yang menghadapi masalah.fyi Dewi irawan berperan sebagai seorang ibu di 5 film sepanjang tahun ini (Rectoverso, 9summer 10 autumn, Cinta brontosaurus, Wanita tetap wanita & Manusia setengah salmon). Dibanding ibu – ibu itu saya lebih menikmati acting ayusitha.
 
Untuk kategori  - kategori berikut saya tidak punya pilihan karena memang belum pernah melihat satupun nominatornya
16. Film Pendek Terbaik - Gazebo sutradara Senoaji Yulius (Sanggar cantrik)
 Nominasi Lainnya :
1. Dino - Edward gunawan (Add word production)
2. Pohon penguhan - Andra Fembrianto (Studio Asanggar, cantrikmarana, main studio, jalan benda studio)
3. Simanggale - Donni (FFTV IKJ)
4. Tikus - Khusnul khitam (Malioboro pictures & Lookout pictures)

17. Film Animasi Pendek Terbaik - Sang Suporter sutradara W Darmawan (Pink blues)
Nominasi Lainnya : 
1. Florist - M Paji sofiullah (Clubink)
2. Hebring & Bagol – Mar lan sugawa & Dennis adhiswara (Andi martin)
3. Inspektur Jonni – Mohamad fajar (FFTV IKJ)
4. Kripik sukun mbok darmi - Heri kurniawan (Oranginzenk production)

18. Film Dokumenter Panjang Terbaik - Denok dan Gareng sutradara Dwi Susanti Nugraeni (Jawa dwipa film)
Nominasi Lainnya : 
1. Mangga golek matang di pohon – Toy trimarsanto (Rumah dokumenter)
2. Superglad rock together – Andibachtiar yusuf, Meega setiawati (Bogalakon pictures)
3. Jejak nusantara Episode. Teknologi para leluhur- Yoga nugraha (Kompas gramedia)
4. Batak, Perjalanan ke tanah leluhur – Mahatma putra, Tasha may (Mahatma putra)

19. Film Dokumenter Pendek - SplitMind sutradara Andri Supiansyah ( FFTV IKJ)
Nominasi Lainnya :
1. Dongeng sebuah batik – Ony wahyu pahlevi (FFTV IKJ)
2. Pagare - Juwita asri (Prodi TV & film STSI Bandung)
3. Manisnya garam– Eryawan sri martyono (TVRI)
4. The man come around - Adi saputra (Blues film)

Selasa, 11 Desember 2012

Festival Film Indonesia 2012


Boleh dibilang saya sedikit kecewa dengan penyelenggaraan Festival Film Indonesia tahun 2012. Awalnya FFI tahun ini terlihat menjanjikan, terlebih pada saat screening awal meloloskan 14 film terbaik tahun ini dari 47 film yang masuk penilaian awal FFI. Penilaian tahap awal FFI memilih Rayya, cahaya di atas cahaya, Cita citaku setinggi tanah, Demi ucok, Dilema, Garuda di dadaku 2, Hello goodbye, Lovely man, Mata tertutup, Modus anomali, Perahu kertas, Rumah di seribu ombak, Soegija, Tanah surga…katanya, Test pack; You’re my baby, dan Ummi aminah, untuk berkompetisi di babak utama. Kekecewaan terhadap FFI justru terjadi di malam pemberian Piala Citra. Acara puncak yang dihelat dengan anggaran Rp. 16,2 M yang diselenggarakan di halaman Benteng Vredeburg Yogyakarta, membuat ajang FFI tahun ini menjadi anti klimaks.
Hahaha saya tidak akan mengomel (lagi) di blog ini, cukup di twitter, disini saya hanya mau sharing hasil FFI.
Nominasi film terbaik FFI 2012
1. Film Terbaik. ; Tanah surga…katanya
Nominasi :
Demi ucok  (8 nominasi)
Soegija  (6 nominasi)
Rumah di seribu ombak: (8 nominasi)
Lovely man (1 piala citra – 7 nominasi)
Tanah surga… katanya bukan tidak pantas menang, tetapi saya sedikit kecewa (walau “terbaik” itu subyektif) saat FFI “seakan mengabaikan” film Lovely man. Film Tanah surga…Katanya malam itu menjadi bintang, dengan meraih 6 piala citra dari 9 nominasi yang didapatkannya.Yaa... film ini diproduseri oleh Deddy mizwar & AA gatot (Ketua Parfi, yang juga seorang guru spiritual, yang juga meminta Piala Citra untuk dilapisi emas). Pesta citra malam itu juga diraih film Rumah di seribu ombak yang meraih 3 Piala citra dari 8 nominasi yang didapatkannya. Film Lovely man sendiri hanya meraih 1 piala citra dari 7 nominasi yang didapat.

2. Sutradara terbaik : Herwin novianto (Tanah surga…Katanya)
Nominasi :
Erwin Arnada (Rumah di seribu ombak)
Hanung bramantyo (Perahu kertas)
Sammaria simanjutak (Demi ucok)
Teddy Soeriatmaja (Lovely man)

Donny Damara (Lovely man)
3. Pemeran utama pria terbaik : Donny damara (Lovely man)
Nominasi :
Emir mahira (Garuda di dadaku 2)
Muhammad syihab (Cita-citaku setinggi tanah)
Reze rahardian (Test pack, you’re my baby)
Tio pakusadewo (Rayya, cahaya diatas cahaya)
Can’t agree more untuk pilihan FFI. Satu catatan, Reza rahardian memang bermain nyaris sempurna  di film test pack, tetapi dia melakukan 1 kesalahan, dengan bersaing dengan Donny damara tahun ini.
4. Pemeran utama wanita terbaik : Acha septriasa (Test pack, You’re my baby)
Nominasi :
Atiqah hasiholan (Hello goodbye)
Annisa hertami (Demi ucok)
Jajang C noer (Mata tertutup)
Agak kurang sreg saat Acha menang, saya tahu dia bermain di atas rata-rata di karakter ini …tapiiii ya….. (lagi-lagi masalah subyektif saja) saya lebih memilih Jajang C noer atau Annisa hertami

5. Pemeran pendukung pria terbaik :  Fuad idris (Tanah surga…Katanya)
Nominasi :
Butet kartaredjasa (Soegija)
Dedey rusma (Rumah di seribu ombak)
Lukman sardi (Rumah di seribu ombak)
Rio dewanto (Garuda di dadaku 2)

6. Pemeran pendukung wanita  terbaik : Lina marpaung (Demi ucok)
Nominasi :
Christine hakim (Rayya, Cahaya di atas cahaya)
Kenes andari (Hello goodbye)
Meriam bellina (Test pack; You’re my baby)
Wulan guritno (Dilema)
Momen terbaik di acara puncak FFI malam itu, adalah saat pembacaan pemenang pemeran pendukung wanita terbaik. Cukup segar melihat momen Mak Gondut (panggilan Lina marpaung) meraih piala citra pertama malam itu. Mak gondut seakan mengingatkan bahwa semua orang bisa bermain film, tak peduli asal, profesi, back ground dan juga umur. Film Demi ucok adalah debut pertama mak gondut bermain film, yang justru mengantarkannya merebut piala citra dengan menyingkirkan 2 aktris senior, sekelas Christine hakim & Meriam bellina.
Mak gondut (Demi ucok)
7. Penulis Cerita asli terbaik : Daniel rifki (Tanah surga…Katanya)
Nominasi :
Emha Ainun Nadjib (Rayya, cahaya di atas cahaya)
Salman Aristo (Garuda di dadaku 2)
Sammaria simanjutak (Demi ucok)
Teddy Soeriatmaja (Lovely man)
8. Skenario terbaik :  Jujur pranato (Rumah diseribu Ombak)
Nominasi :
Danial rifki (Tanah surga…Katanya)
Sammaria simanjutak (Demi ucok)
Teddy Soeriatmaja (Lovely man)
Tititen watimena (Helklo Goodbye)
Masih agak kabur perbedaan kategori cerita asli dengan skenario, karena selama ini hanya akrab dengan kategori skenario asli – skenario adaptasi. Awalnya saya pikir cerita asli adalah cerita dasar film, skenario adalah pengembangan dari cerita asli, tetapi pembacaan nominasi malam itu justru makin mengaburkan keduanya. Saat pembacaan nominasi cerita asli terbaik & skenario terbaik, keduanya disertai pembacaan skenario dari film. Jika sistemnya seperti ini kok sepertinya tidak adil untuk jenis skenario adaptasi.

9. Penyunting gambar terbaik :  Cesa david luckmansyah (Rumah di seribu Ombak)
Nominasi :
Robby Barus (Hello Goodbye)
Sastha sunu (Dilema)
Waluyo Ichwandiardono (Lovely Man)
Wawan I Wibowo (Soegija)
10. Pengarah sinematografi terbaik : Yudi datau (dilemma)
Nominasi :
Anggi frisca (Tanah surga…Katanya)
Faozan rizal (Perahu kertas)
Padri Nadeak (Rumah di seribu Ombak)
Yunus Pasolang (Hello goodbye)

11. Pengarah artistik terbaik : Ezra tampubolon (Tanah surga…katanya)
Nominasi :
Allan Triyana Sebastian (Soegija)
Fauzi (Perahu kertas)
Rezki ridha (Demi ucok)
Richard sibuea (Lovely man)
Cukup terkejut saat penata artistik film Soegija tergusur oleh film tanah surga… katanya. Menurut saya film Soegija tampil dengan detail setting artistik yang mengagumkan, dan bahkan di atas rata-rata film Indonesia. Ya mungkin masalah perbedaan selera saya dengan juri

12. Tata suara terbaik : Aditya susanto (Tanah surga…Katanya)
Nominasi :
Andri yargana (Demi ucok)
Khikmawan santosa (Modus anomaly)
Satriono budiono (Rumah di seribu ombak)
Satriono budiono & Trisno (Soegija)

13. Musik terbaik : Thoersi argeswara (Tanah surga…katanya)
Nominasi :
Andhika triyadi (Perahu kertas)
Djaduk ferianto (Soegija)
Tya subiakto (Dilema)
Lagi-lagi masalah selera, Saya masih memfavoritkan score Djaduk ferianto di film Soegija. Musik di film Soegija menurut saya menjadi bagian terbaik di film itu. Bahkan saya lebih memilih score film Perahu kertas dibanding….
Eka S (Langkah receh) (sumber : film remaja.com)
14. Film pendek : Wan an (Yandi laurens FFTV IKJ)
Nominasi :
Langkah receh (Miftakhatun & eka susilawati, SMP 4 karangmoncol purbalingga)
Long imagine (Satriya adiyasa, Forum filmmaker pelajar bandung)
Memburu harimau (Arman dewarti, mediatif film workshop)
Rahasia (Nindya raras nareswari, karya set film)
Cukup buat saya tersindir berat  ketika melihat film buatan anak-anak SMP & SMA masuk nominasi film pendek FFI tahun ini…..


15. Film Dokumenter : Di batas kekuasaan (Nur fitriah napiz)
Nominasi :
A short story of Raden saleh (subiyanto, FFTV IKJ)
Bandung lintas mada (Kompas TV)
“Bena” Eksotika megalitik (LPP TVRI)
Wae rebo, Menjaga hunian demi peradaban (Kompas TV)

Walau menyisahkan sedikit ganjalan pada penyelenggaraan FFI tahun ini, tapi saya justru terinspirasi meihat 2 momen yang ada di FFI 2012. Melihat Seorang wanita berumur 60 tahun meraih citra dan anak SMP meraih nominasi piala citra, membuat saya berfikir untuk segera mewujudkan mimpi saya untuk membuat film....hmmm padahal project nulis novel saja gak kelar-kelar,